Peristiwa

Ragam Kegiatan Lomba Lintas Medan Diapresiasi Peserta dan Warga

Bima, Bimakini.- Sejumlah kegiatan sosial, edukasi lalu lintas dan narkoba maupun games digelar panitia Lintas Medan dalam rangka Hut ke-64 Lantas. Banyaknya regam kegiatan itu mendapat diapresiasi peserta maupun masyarakat.

“Lomba lintas medan ini bantak sekali kegiatan kami ikuti, kami senang karena bisa sambil belajar berkaitan dengan larangan dan dianjurkan dalam hukum,” jelas salah satu peserta lintas medan, Nurul Anggriani, saat malam api unggun, Sabtu (21/9) malam.

Kata dia, sepanjang jalan atau tute lintas medan, panitia memberikan tanda rambu lalu lintas yang ditempel di pagar rumah warga dan pohon.

“Kami bisa belajar rambu lalulintas dan tanda-tanda larangan lain sepanjang jalan, tanda itu menyuruh kami untuk menjelaskan fungsi dan tujuan dan menjadi penilaian tim juri,” katanya.

Dia juga mengapresiasi polisi, sebelum malam api unggun memberikan edukasi lalulintas dan narkoba. Dalam suasana di tempat terbuka, panitia memberikan sejumlah hadiah bagi yang berani tampil.

“Kegiatan ini kami bisa mendapatkan banyak pengetahuan, terutama soal kedisiplinan, kerapian dan rasa saling menghargai dan kebersamaan,” katanya.

Sementara warga Desa Tonggondoa Hasan, mengaku terhibur dengan kegiatan ini. Sepanjang jalan di Kecamatan Belo diisi dengan beragam kegiatan, sehingga menarik perhatian masyarakat yang dilintisasi.

“Kegiatan seperti sangat bermanfaat bagi masyarakat, selain warga bisa dekat dengan polisi, masyarakat juga terhibur dan ada keuntungan bagi masyarakat, dagangan dan jualan masyarakat laris,” katanya.

Sementara Abdul Haris warga Desa Ragi, mengapresiasi kegiatan polisi di desanya. Masyarakat merasa terhibur karena melihat para siswa dan polisi melakukan banyak hal bermanfaat bagi generasi dan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini harus ditingkatkan, karena bermanfaat bagi generasi dan juga masyarakat yang menyaksikan,” ujarnya.

Sementara Kasat Lantas Polres Bima IPTU Agus Pujianto, S. Pd, mengaku kegiatan ini memang didesain supaya ada manfaat bagi generasi dan masyarakat. Tujuannya agar polisi lebih dekat dengan masyarakat. Terutama masyarakat dan pelajar harus menjadi pelopor lalu lintas.

“Data awal dua hari sebelum pelaksanaan pelajar terdaftar hanya 360 orang saja namun setelah hari pelaksanaan banyak yang peerta dan pendamping yang tambah sehingga berdasarkan data berjumlah 550 orang siswa dan pendamping,” sebutnya.

Hasil pengamatan panitia, siswa siswi sangat bangga mengikuti kegiatan lintas medan dan belajar menemukan gambar-gambar dan mencari tahu maknanya.

“Kegiatan ini menambah pengetahuan para siswa dan menambah kreativitas siswa siswi dalam kegiatan lintas medan, kegiatan berjalan aman dan tertib,” katanya.

Pada malam api unggun, pihaknya menggelar sosialisasi lalulintas, narkoba serta permainan. “Games ini untuk memberi sangat dan memotivasi siswa untuk menjadi bagian dari Lantas menjadi guru bagi siswa yang lain di sekolah,”  ujarnya.

Selain itu juga, pihaknya menyerahkan bantuan sosial kepada puluhan ibu rumah tangga yang keterbatasan ekonomi di Desa Ragi. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 17
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top