NTB

Sukseskan Program Revitalisasi Posyandu, 30 Ribu Kader Disertifikasi

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Mataram, Bimakini.- Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengaku gembira dengan adanya 30 ribu kader Posyandu yang sudah terlatih di NTB. Wagub meminta agar mereka segera diberikan sertifikasi.

Dari total 30 ribu kader terlatih, semula yang dianggarkan untuk sertifikasi hanya 2.500 kader saja. Namun, Wagub meminta Dinas Kesehatan Provinsi NTB untuk menganggarkan semuanya, sehingga 30 ribu kader Posyandu terlatih diberikan sertifikasi tahun ini.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur, yang didampingi Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si, saat memimpin Rapat Koordinasi dengan OPD terkait lingkup Provinsi NTB, tentang program Revitalisasi Posyandu se NTB, di Ruang Rapat Anggrek, Kantor Gubernur NTB, Rabu (18/9/2019).

Menurutnya, percepatan sertifikasi terhadap kader-kader Posyandu terlatih di NTB, merupakan langkah untuk mensukseskan program revitalisasi Posyandu di seluruh desa dan kelurahan se NTB.

“Saya berharap dengan adanya sertifikasi terhadap kader-kader yang telah terlatih tersebut, program ini akan berjalan dengan baik sesuai yang telah ditargetkan pada tahun 2023,” ujarnya.

Wagub mengatakan, saat ini Posyandu selalu identik dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak saja. Namun dengan adanya program unggulan revitalisasi Posyandu, fungsi dari keberadaan Posyandu di tingkat desa dan kelurahan semakin diperluas dengan fungsi edukasi dan penanganan masalah sosial masyarakat.

Selain itu, Wagub juga meminta OPD terkait, untuk mengambil perannya masing-masing dalam upaya mensukseskan program strategis tersebut, dengan memberikan ide-ide terbaik untuk kemajuan Posyandu di NTB.

OPD diminta memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, misalnya dengan menyebarkan konten-konten yang menarik. Konten seperti video-video menarik dan lucu yang mampu membangkitkan minat dan memberikan edukasi, sehingga masyarakat gampang memahami terkait apa itu program revitalisasi Posyandu di NTB.

Ia menjelaskan, langkah itu sangat penting untuk dilakukan. Karena selama ini keberadaan Posyandu di tingkat desa dan kelurahan di NTB, hanya dipahami sebatas pelayanan kesehatan ibu dan anak saja. Akan tetapi, dengan program revitalisasi ini, Posyandu akan menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi lansia dan pusat edukasi masyarakat serta penanganan masalah sosial lainnya di tingkat desa.

Wagub juga berharap, dengan adanya fungsi edukasi tersebut, Posyandu bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat, baik masalah kesehatan, lingkungan, dan mitigasi bencana. Dengan demikian, maka tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk selalu menjaga kesehatan, memelihara lingkungan dan tanggap bencana akan semakin tinggi.

Selain itu, melalui program revitalisasi Posyandu tersebut, masalah-masalah sosial masyarakat mampu diatasi. Diharapkan dengan langkah strategis ini, maka fungsi dari Posyandu juga akan menjadi pusat ketahanan keluarga dan pengentasan kemiskinan di NTB. PUR

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 3
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top