Pemerintahan

Wali Kota Bima Gerah PAD Rendah

H Muhammad Lutfi, SE

Kota Bima, Bimakini.- Minimnya pencapaian Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) dilingkup Pemerintahan Kota Bima dari tahun ke tahun, membuat Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE gerah. Lutfi bahkan meminta kepada lembaga legislatif agar menekan khusus para Kepala OPD yang tidak produktif alias mandul.

“Jika serapan PAD oleh dinas rendah, silahkan dewan caci maki saja itu kepala dinas karena tidak mampu,” tegas Wali Kota, saat membuka MTQ di Halaman Masjid Al Muwahidin, Sabtu (7/9) malam.

Jika dibandingkan dengan daerah tetangganya yakni Kabupaten Bima, yang menjadi daerah induk sebelumnya, Wali Kota menyebutkan pencapaian PAD-nya yang mencapai Rp 200 Miliar saban tahunnya. Sementara di Kota Bima sendiri katanya, hanya sebagian kecil dari itu PAD yang mampu direalisasikan atau dihasilkan.

“Dan selama enam belas tahun Kota Bima berdiri ini, tidak pernah ada penambahan. Penyerapan PAD-nya tidak pernah maksimal,” kritik politisi Partai berlambang Pohon Beringin tersebut.

Hasil pantauannya selama ini, di lingkup Pemkot Bima terjadi kebocoran dimana-mana. Hal itu disebabkan katanya, karena tidak adanya penempatan pejabat yang sesuai dengan kompetensinya.

Orang nomor satu di Kota Bima ini memastikan, dirinya tidak akan memiliki kepala OPD yang tidak memiliki kemampuan untuk berkontribusi bangun daerah. Tidak tanggung-tanggung, untuk menentukan kepala di sebuah OPD Wali Kota bahkan harus bertanya langsung kepada bawahannya tentang track record pejabat yang dimaksud.

“Saya tidak akan tanya sesama pejabatnya, tapi saya akan tanya bawahannya. Jangan pernah berharap jadi kepala OPD, jika tidak punya kemampuan,” ingatnya.

Wali kota juga mengungkapkan, bagaimana dirinya yang kerap keluar kota untuk mendatangkan potensi-potensi uang bagi daerah. Uang-uang tersebut, untuk pembangunan di Kota Bima dan kepentingan masyarakat.

“Saya dan Pak Feri, keluar kota itu bukan untuk jalan-jalan. Kami bergantian, berjuang mendapatkan anggaran-anggran yang bisa dibawa ke daerah. Kami kencangkan ikat pinggang sebagai bentuk penghematan,” ungkapnya.

Untuk itu dia mengharapkan kedepannya, penyerapan PAD sesuai target yang ditentukan dan terus meningkat. Peningkatan PAD, akan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat Kota Bima. (IKR)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top