Peristiwa

Warga Kota Bima Darurat Air Bersih, Sekda pun Jadi Korban

ilustrasi

Kota Bima, Bimakini.- Krisis air bersih di wilayah Kota Bima nampaknya kian berdampak luas saja. Selain bertambah parah di musim kemarau kini, nyaris disemua kelurahan di Kota Bima merasakannya.

Bahkan sekelas orang nomor tiga di jajaran Pemkot Bima, yakni Sekda Kota Bima Drs H Mukhtar Landa MH turut merasakan darurat air bersih tersebut.

Lho kok bisa? Dibeberkan Muhktar, hal itu dipicu jaringan pipa air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bima yang telah lama rusak. “Karena selain musim kemarau, kesulitan air bersih di Kota Bima karena jaringan pipa PDAM macet. Termasuk di rumah saya di Kelurahan Melayu,” keluhnya.

Dibeberkan Sekda, sebagian warga Kota Bima tidak bisa lagi menikmati air bersih, lantaran jaringan air milik PDAM Bima rusak sejak Kota Bima diterjang banjir bandang akhir tahun 2016 silam.

“Mulai dari banjir 2016 lalu sampai sekarang di rumah saya isi ulang air (galon) setiap hari. Apalagi saat-saat sekarang,” ujarnya dengan nada heran.

Dia mengaku air isi ulang dengan galon, hanya untuk keperluan minum dan memasak saja. Sementara untuk mandi, cuci dan sebagainya mengandalkan air bor. Ada upaya PDAM untuk memperbaiki jaringan yang rusak, namun tidak berhasil.

“Sempat ada upaya perbaikan beberapa jaringan yang macet dan rusak. Tapi tidak bisa,” katanya. Sekda mengaku, pada tahun 2020 mendatang jaringan yang rusak tersebut akan diperbaiki, karena ada bantuan sebanyak Rp30 miliar dari Pemerintah Pusat. Dana ini nantinya akan dititipkan dan dimasukkan dalam APBD Pemerintah Kota.

“Mengingat perbaikan jaringan ini ada di wilayah Kota Bima. Sementara PDAM milik Pemerintah Kabupaten Bima. Jadi harus ada kerjasama,” katanya.

Selain itu, dia mengaku ada beberapa wilayah atau Kelurahan di Kota bima yang dulunya penghasil sumber air bersih. Namun kini sudah mulai menyusut dan hanya mengandalkan bantuan.

Sekda menjelaskan, debit air di wilayah Kota Bima terus menyusut akibat dampak gundulnya hutan karena maraknya praktek illegal loging dan pembukaan lahan pertanian.

“Musim kemarau kita dihantui krisis air bersih, saat hujan dicemaskan banjir. Ini semua dampak illegal logging dan pembukaan lahan untuk Pertanian yang menyebabkan gundulnya hutan,” tukasnya.

Dia menambahkan, dalam mengatasi krisis air bersih di Kota Bima dalam jangka menengah dan panjang. Pemerintah Kota Bima tengah mencari titik sumber air untuk dilakukan pengeboran.

“Untuk mengatasi sementara semua leading sector yang memiliki mobil tangki kita gerakkan untuk distribusi air. Seperti PU dan PR, Bagian Umum, Dinsos, dan BPBD,” pungkasnya. (IKR)

Share
  • 244
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top