Olahraga & Kesehatan

Identifikasi Bakat Atlet, Khusus Dompu Diberikan Kuota 250 Orang

 

Dompu, Bimakini.- Hari kedua pelaksanaan identifikasi bakat atlet oleh Tim Kemenpora, berlangsung di GOR Dompu, Kota Dompu, Kamis (3/10/2019) pagi. Perlakuan khusus diberikan kepada Kabupaten Dompu, dimana daerah ini mendapatkan jatah 250 anak usia 12-15 tahun untuk dipantau bakat olahraganya.

Sejak Kamis pagi, pukul 07.00 Wita, GOR Dompu didatangi anak-anak pelajar SD dan SMP. Mereka ini adalah utusan dari sekolah masing-masing untuk mengikuti penjaringan atlet berbakat. Tentu ini kesempatan langka bagi anak-anak usia dini Kabupaten Dompu, karena meski program Kemenpora ini sifatnya tahunan namun tidak setiap tahun NTB dijadikan titik penjaringan atlet berbakat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjalankan program identifikasi bakat atlet cabang olahraga di Pulau Sumbawa. Kegiatan ini dilakukan di tiga titik, yakni Kota Bima, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa.

Kemenpora mengirim langsung mantan pelari tercepat Asia Tenggara, Suryo Agung, sebagai koordinator tim ke Pulau Sumbawa. Hari pertama kegiatan berlangsung di Kota Bima, Rabu (2/10/2019). Di titik pertama ini, tim mencari bibit-bibit atlet berbakat usia 13-15 tahun. Sejumlah 250 anak usia SD dan SMP dihadirkan di lapangan Mangge Maci Kota Bima. Rinciannya130 anak Kota Bima dan 120 dari Kabupaten Bima. Mereka dihadirkan sejak pukul 07.00 Wita dan dipantau langsung Kepala Dispora NTB, Ir Hj Husnanidiaty Nurdin.

Ke-250 anak Bima ini akan dievaluasi oleh tim Kemenpora untuk dilakukan langkah pembinaan lebih lanjut. Bahan evaluasi ini digabung dengan 250 anak dari Kabupaten Dompu, sehingga totalnya berjumlah 500 anak untuk dijaring.

Pencarian bakat-bakat usia dini ini adalah program Kemenpora dan NTB termasuk salah satu dari beberapa provinsi yang disasar para pencari bakat dari pusat. Dalam identifikasi bakat atlet usia dini cabang olahraga atletik ini, Suryo Agung ditemani Fadlin, atlet lari nasional asal Bima yang kini menjabat asisten pelatih atletik di Pelatnas. Selain Fadlin, ikut mendampingi Suryo Agung, Drajat Subagja.

Program identifikasi bakat cabor atletik ini digiatkan Kemenpora sebagai antisipasi meredupnya prestasi atletik di kancah nasional. Inilah salah satu alasan kenapa Kemenpora tergerak mencari bibit-bibit ke beberapa daerah demi kejayaan atletik Indonesia.

Dalam identifikasi calon atlet ini, Kemenpora bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB dan Dispora Kota/Kabupaten untuk menghadirkan 750 anak di Pulau Sumbawa, dimana Bima mendapat jatah 250 orang. Setiap anak diwajibkan menjalani beberapa item di antaranya tinggi badan, berat badan, lempar tangkap, loncat tegak, lari 40 meter dan 800 meter.

Suryo Agung mengatakan lima kota/kabupaten Pulau Sumbawa dipilih Kemenpora tahun ini untuk pencarian bakat tersebut. Khusus Pulau Sumbawa sendiri difokuskan pada atletik. Nantinya, setiap anak yang mengikuti tes ini akan dinilai total dari serangkaian tes yang diikuti. Dari tes itu ada beberapa nilai tertinggi yang selanjutnya akan diserahkan ke Dispora NTB dan Dispora Kota/Kabupaten masing-masing untuk ditindaklanjuti pembinaannya.

Menurut Suryo Agung, Pulau Sumbawa dipilih untuk pencarian bakat atletik ini dengan pertimbangan, prestasi olahraganya bagus di cabang ini. Dimana ada Fadlin, Iswandi dan lainnya adalah pelari nasional asal Pulau Sumbawa. Dia berharap dari Pulau Sumbawa ini tetap melahirkan para atlet berprestasi.

Dikatakan Suryo Agung, Kemenpora telah menetapkan atletik sebagai cabang olahraga unggulan disamping cabang olahraga lainnya. “Kami berharap, dari program ini didapatkan atlet pelajar yang akan dibina, seperti persiapan untuk O2SN dan jenjang tinggi lainnya ” katanya. PUR

Share
  • 14
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top