Peristiwa

Isak Tangis Warnai Kepulangan Korban Konflik Wamena

Bima, Bimakini.- Isak tangis mewarnai kepulangan korban konflik di Wamena Papua saat berada di kampung halaman, Ahad (6/10). 25 warga Desa Rade Kecamatan Madapangga pun tiba di tengah keluarganya.

Warga Rade ikut memadati kantor desa setempat. Mereka juga larut dalam haru melihat warga Bima di Wamena dapat berkumpul dengan keluarga pascakonflik.

Salah satu anggota Pol PP Kabupaten Bima yang sempat hadir pada saat itu, Rafik, menyampaikan, semua warga tidak bisa membendung rasa sedih dan histeris meneteskan air mata. “Semua merasa sedih karena pertemuan itu sangat ditunggu oleh keluarga korban konflik Wamena,” tuturnya.

Lanjut dia, saat korban konflik masih berada di atas mobil jemputan, keluarga dan kerabat korban melambaikan tangan seraya berteriak sambil meneteskan air mata. “Pertemuan itu begitu sakral sehingga menyisahkan duka yang mendalam,” ungkapnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Rade, Amirudin, S. Pd, mengungkapkan, total warga Desa Rade yang dipulangkan oleh Pemkab Bima sebanyak 45 orang. Jumlah tersebut dipulangkan secara bergelombang yakni pada Ahad (6/10) sebanyak 25 orang dan Senin (7/10) sebanyak 20 orang. “Hingga saat ini kita belum dapat informasi lebih lanjut apakah masih ada warga Desa Rade yang terdampak konflik kerusuhan Wamena,” jelas Amir.

Mewakili keluarga yang ada di Rade, dirinya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemkab Bima yang telah membantu kepulangan warga Rade hingga bisa bertatap muka dengan sanak keluarga. “Langkah Pemkab Bima memulangkan para korban kerusuhan tersebut patut diapresiasi,” tutupnya. (KAR)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 755
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top