Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Keluarga Korban Dugaan Malapraktik Temukan Bukti Baru

ilustrasi

Kota Bima, Bimakini.- Keluarga salah satu pasien dugaan korban malapraktek di RSUD Bima, yang meninggal dunia mendadak sesaat setelah disuntik petugas medis beberapa pekan lalu, kini mengaku telah menemukan Barang Bukti baru.

Bukti baru tersebut berupa, resume pemberian obat kepada pasien selama menjalani perawatan di RSUD Bima. Salah satu perwakilan keluarga korban, Ben mengaku sebelumnya sempat diberikan oleh pihak administrasi rumah sakit resume asli obat-obatan yang diberikan.

“Saat saya urus admnistrasi, tidak sengaja pihak rumah sakit memberikan resume obat dan terbawa hingga ke rumah. Tapi kemudian rumah sakit kembali menghubungi meminta resume. Saya langsung berpikir untuk foto copy saja untuk pegangan,” jelas Ben kepada wartawan Rabu (23/10).

Bukti itu katanya yang akan jadikan dasar pembuktian dan mengungkap dugaan kasus malapraktek hingga pasien berusia 70 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

Dalam resume yang tidak sengaja diperoleh tersebut akunya, tertera bahwa obat injeksi yang diberikan hanya ada dua kali atau unit. Sedangkan dihari naas terjadi, almarhumah justru mendapatkan tiga suntikan yang disaksikan oleh tiga orang keluarga di ruangan perawatan.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Kejanggalan muncul kata Ben, ketika pihak keluarga meminta kembali resume dari RSUD pada Rabu (23/10). Resume versi ini, tertera bahwa obat injeksi yang diberikan kepada pasien tiga buah.

“Dua resume ini akan kami jadikan bukti, dalam laporan kepolisian kami. Sumber resume ini sama dan cara kami perolehnya pun dengan cara prosedural. Ini diberikan Allah, memberikan kami jalan, ” tegas Ben.

Diakuinya, pihak keluarga sudah harus melaporkan ke polisi pada Rabu kemarin. Namun, karena masih kurangnya BB yang dipegang sehingga batal dilakukan.

“Kami pun tidak ingin melakukan ini setengah-setengah. Kami memastikan, laporan kami lengkap,” aku Ben.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Dia juga mengungkapkan, pihak keluarga sebenarnya sudah bertemu dengan dokter dan perawat yang menangani ibunya. Dalam pertemuan tersebut, dokter dan perawat meminta maaf. Demikian juga pihak RSUD juga meminta, untuk dilakukan damai.

Hanya saja bagi Ben dan keluarga, jalan perdamaian bisa dilakukan jika RS mengakui bahwa ada kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit kepada pasien sehingga pasien meninggal mendadak.

“Rumah sakit ini melayani, milik masyarakatnya. Lalu kenapa harus menutupi. Jika ada kesalahan, maka akui dan benahi. Jangan membuat situasi, bahwa pasien atau keluarga yang salah, ” cetusnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada satu pun pihak RSUD yang bisa dikonfirmasi. Direktur RSUD yang hendak ditemui wartawan, tidak berada di kantornya. “Pak direktur tidak ada, sudah pulang jam segini, ” jawab seorang security sambil berlalu dari wartawan. (IKR)

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemilu Serentak 2024

Bima, Bimakini.- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima dan RSUD Sondosia siap untuk membentu menanganani jika ada peyelenggara Pemulu 2024 yang membutuhkan penanganan medis....

Pemerintahan

Bima, Bimakini.-  Bupati Bima dan  tenaga medis diharapkan memberikan pelayanan paripurna kepada masyarakat. Harapan itu disampaikan Ketua Tim Survei Akreditasi Lembaga Akreditasi Rumah Sakit...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bima, terpaksa menghentikan sementara menerima pasien baru untuk sejumlah ruangan, lantaran kian meningkatnya jumlah para tenaga kesehatan...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- Kasus pengancaman  tejadi di ruang IGD  RSUD Bima, Ahad (15/8/2021).  Tiga terduga pelaku diamankan polisi setelah mengancam tenaga kesehatan (Nakes) dengan...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.-Kini Kabupaten Bima  sudah memiliki alat PCR untuk melayani pemeriksaan dan pengerjaan RT- PCT SARS –CoV-2  pada Laboratorium Biomolekular RSUD Bima. Ini setelah...