Pendidikan

Liburkan Siswa Karena Ada Proyek, Wali Murid Protes

Bima, Bimakini.-  Orang tua siswa memprotes kebijakan Kepala TK Negeri Pembina yang meliburkan siswa karena alasan sejumlah ruangan di sekolah setempat direhab. Padahal, masih ada tiga ruangan kelas yang tidak direhab dan masih bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Salah satu orang tua murid, Arni Astuti mengatakan, sejak pengerjaan rehab sekolah mulai Senin (14/10) lalu, anaknya diliburkan sekolah. Sehingga, terhitung hingga saat ini siswa di sekolah setempat sudah tidak mendapatkan pembelajaran lebih dari satu minggu. “Mulai hari senin minggu lalu. Sekarang sudah hari Senin lagi,” ujarnya, Senin (21/10).

Kata dia, harusnya pihak sekolah tidak meliburkan siswa karena alasan sejumlah ruangan yang direnovasi. Pasalnya, masih ada 3 ruang kelas yang tidak rirenovasi dan itu bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. “Apalagi ini TK negeri, harusnya tidak bisa meliburkan siswa sembarangan seperti itu,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh orang tua murid yang lain Ahmad. Kepala sekolah setempat sudah meliburkan siswa mulai dari Senin pekan lalu dengan alasan sekolah sedang renovasi. Padahal masih ada sejumlah ruangan yang masih bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Harusnya bisa ditaktisi dengan cara yang arif agar anak-anak tetap bisa belajar di sekolah,” ujarnya.

Kata dia, saat itu pihak sekolah menyampaikan kepada orang tua siswa agar aktivitas belajar mengajar di sekolah setempat diliburkan, karena takut siswa-siswa kena paku atau yang lainnya. “Dulu alasanya takut siswa kena paku saat orang renovasi,” ungkapnya.

Dia berharap, sekolah segera mengaktifkan kegiatan belajar mengajar. Sehingga hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran dan pencerdasan di sekolah tetap terpenuhi. “Apalagi itu TK negeri. Kegiatan belajar mengajar harusnya tetap dilaksanakan,” harapnya.

Kepala TK Negeri Pembina Erni Wahyuni, S. Pd yang dikonfirmasi menyampaikan, siswa di sekolah setempat diliburkan karena 2 ruangan sedang direnovasi. Sehingga dikhawatirkan barang-barang bekas dan tajam saat renovasi akan mencelakai siswa. “Memang siswa tidak masuk sekolah sejak hari Senin pekan lalu,” ujarnya.

Kata dia, sekolah setempat mendapatkan bantuan rehab 2 lokal ruang kelas yang bersumber dari APBD-DAK tahun 2019. Dengan anggaran sebanyak Rp. 147.300.000. “Waktu pengerjaan selama 120 hari,” katanya. (KAR)

Share
  • 102
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top