Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Panas Ekstrim  karena Matahari Bergeser

Bima, Bimakini.- Fenomena cuaca panas menyengat yang menerpa wilayah Bima dan Dompu belakangan ini, nampaknya memiliki penyebab khusus. Yakni, akibat pergeseran matahari tepat pada garis khatulistiwa.

Fakta itu tertuang dalam catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Bima. BMKG menyebutkan cuaca terpantau hingga kini mencapai angka 37 derajat Celcius. Dimana cuaca tersebut tergolong ekstrim bila dibandingkan dengan cuaca panas sebelumnya.

Forecaster BMKG Bima Leviana Parareta mengatakan, penyebab tambah panasnya Bima dan Dompu belakangan ini juga selain tingginya suhu udara serta kondisi angin terpantau sangat kencang.

“Catatan BMKG, tiga hari terakhir ini, hembusan angin di wilayah Bima dan Dompu pada kecepatan 35 kilometer perjam dari arah timur menuju selatan. Ini disebut-sebut menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang melanda Bima dan Dompu akhir-akhir ini,” jelas Lagoa kepada media ini Rabu (23/10).

Dimana paparnya, kebiasaan petani di wilayah dua daerah ini dalam melakukan pembersihan lahan dengan cara dibakar hingga lahan dan pegunungan terbakar dan mengeluarkan asap membumbung tinggi. Hal ini juga lah yang menyebabkan tambah panasnya wilayah pantauannya.

Kondisi api dalam sejumlah lahan dan gunung yang dibakar yang belum benar-benar padam serta ditambah terjangan angin, juga menyebabkan api kembali menyala.

“Disamping itu juga terpantau adanya sebaran titik panas di wilayah Bima dan Dompu, termasuk diwilayah Gunung Tambora,” urainya.

Tingginya suhu udara yang mencapai 37 derajat celcius ini, diminta warga untuk mengatisipasinya. Karena katanya, paparan sinar ultra violet langsung tanpa adanya halangan dari awan, dapat menyebakan kulit terbakar.

Disamping itu bebernya, ancaman dehidrasi juga menjadi ancaman, sebab saat ini terpantau terjadi penurunan debit air tanah hingga 43 persen. “Di dua wilayah ini, BMKG memantau Hari Tanpa Hujan- HTH juga cukup panjang yakni mencapai 60 hari,” tutupnya. (IKR)

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Share
  • 413
    Shares
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

Oleh : Afriyas Ulfah,SST (Forecaster and Observer Iklim BMKG NTB) Pada akhir bulan Maret 2021 Stasiun Klimatologi Lombok Barat NTB telah melakukan diseminasi informasi...

Opini

Oleh : Afriyas Ulfah,SST ( Observer dan Forcaster Iklim BMKG NTB) Masih sangat hangat perbincangan tentang Siklon Tropis “Seroja” yang menghantam wilayah Nusa Tenggara...

Opini

Oleh : Anas Baihaqi, S.P. (Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat) Jika diterjemahkan secara bebas, yang dimaksud dengan “new normal” atau kenormalan yang baru,...

Opini

Oleh : Anas Baihaqi, S.P Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat  Potensi kejadian cuaca ekstrim pada periode Musim Hujan 2020/2021 ini memang masih sangat...