Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Poktan di Bolo Sesalkan GMNI dan LP2D Tolak Bibit Jagung Premium 919

Sejumlah Ketua Poktan Bolo saat datang di UPT. Pertanian dan Perkebunan, Kamis (17/10).

Bima, Bimakini.- Enam ketua Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Kecamatan Bolo menyesalkan aksi demo penolakan bantuan bibit jagung Premium 919 yang dilakukan oleh sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bima dan Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Pembangunan Desa (LP2D), Kamis (17/10). Karena pada prinsipnya, adanya bantuan ini justeru sangat terbantu mengingat kendala biaya untuk membeli bibit jagung sangat terbatas.

“Kita tidak tahu ada demo penolakan bibit jagung Premium 919. Mendapat informasi itu, kita datangi kantor UPT. Pertanian dan Perkebunan untuk mengklarifikasi,” ujar Ketua Poktan Mboda I Desa Rato, Ahmad, Kamis (17/10).

Kata Ahmad, hakikatnya kita tidak pernah menolak apapun bantuan dari pemerintah. Sehingga, aksi yang dilakukan dua lembaga itu kita menduga karena ada kepentingan terselubung. “Kalau memang ada kepentingan dibalik aksi itu. Kenapa bawa nama petani, kita kan ngga tahu,” keluhnya.

Sementara itu, Ketua  Poktan La Mangge Desa Tambe, Ahmad Masri, menyampaikan, aksi penolakan bibit jagung yang dilakukan oleh dua lembaga itu sangat memalukan bagi kita selaku penerima manfaat, karena hakikatnya kita tidak tahu soal aksi penolakan itu. “Aksi demo ini diluar dari pengetahuan kita. Kalau mereka membawa nama petani, itu semua bohong,” tegasnya.

Terkait penyaluran bantuan, kita tidak mendasak pihak UPT. Pertanian dan Perkebunan mengingat masa tanam belum tiba. “Kita tidak permasalahkan bibit disimpan dulu di gudang sebagai pihak ke tiga yang dipercayakan oleh pemerintah. Karena waktu penanaman masih jauh sekaligus kita tidak repot menyimpan bantuan tersebut,” jelasnya.

Begitu pun dikatakan Ketua Poktan Tolo Nggabo Desa Kananga, Khairil, pihaknya mengaku kaget dengan aksi yang dilakukan adik adik mahasiswa. Karena menurutnya, terkait bantuan itu kita tidak pernah menolak, justeru berterima kasih pada pihak pemerintah. “Jangankan menolak bantuan, untuk mengeluh saja tidak pernah terlintas dalam pikiran kita. Karena keberadaan bantuan itu sangat membantu kita selaku petani,” beber Khairil.

Mestinya, lanjut dia, sebelum melakukan aksi unjuk rasa, adik adik Mahasiswa berkoordinasi dengan kita selaku penerima manfaat. Sehingga terkait bantuan tersebut tidak berpolemik seperti ini. “Kita tidak terima nama petani dilibatkan dalam aksi tersebut. Karena realitanya kita sangat membutuhkan bantuan itu,” kesalnya.

Anggota Poktan Dam Ncoha, Junaidin, menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima yakni dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan. Karena atas partisipasinya tahun ini kita mendapatkan bantuan tanaman Tumpang Sari berupa bibit padi dan jagung. “Adanya bantuan ini kita berterima kasih kepada pemerintah daerah. Karena dinilai sangat membantu,” tutupnya. (KAR)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini. – Sebelumnya diberitakan sejumlah petani di Desa Rade, Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, membakar benih jagung varietas Bioseed, Jum’at (10/12), karena benih jagung...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Beredar bibit jagung merah merek NK6172 Perkasa di Wilayah Kecamatan Donggo dan Soromandi, diduga palsu. Pasalnya, Barcode yang tertempel di kemasan tidak...

Ekonomi

Bima, Bimakini. – Sejumlah petani di Desa Rade, Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, membakar benih jagung varietas Bioseed, Jum’at (10/12). Hal itu dilakukan petani sebagai...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Jika terbukti toko BLD jual benih jagung palsu, Komisi II DPRD Kabupaten Bima akan merekomendasikan cabut ijin operasional penjualan benih jagung toko...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Diduga toko BLD yang berlokasi di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, kabupaten Bima NTB menjual benih jagung palsu. Antara lain benih jagung palsu...