Peristiwa

Si “Hitam Manis”, Kuda Milik Joki Cilik yang Tewas, Juara!

Si “Hitam Manis” paling depan,  meninggalkan  kuda lainnya  di pacuan kuda Sambinae.

Bima, Bimakini.- Rupanya, Joki Cilik yang tewas, Muhammad Sabillah, memiliki kuda sendiri yang ikut dalam pacuan Sambinae. Kuda miliknya bernama “Hitam Manis” kelas Dewasa C.

Kuda itu didaftarkan atas nama ayahnya Sulas, Desa Roka. Saat Si Manis melaju dan menjuarai ren terakhir Selasa (15/10) bersamaan dengan hari di makamkannya Sabillah.

Bocah malang itu tidak dapat menyaksikan kudanya menjuarai perlombaan. Si “Hitam Manis” harus ditunggangi oleh joki lainnya dan seolah menjadi persembahan untuk sang tuan.

“Selain menjadi joki, Muhammad Sabillah, juga memiliki kuda pacu. Alhamdulillah, hari ini menempi urutan pertama dan jauh meninggalkan tiga ekor kuda lainnya,” jelas Sukrin salah satu kerabat orang tua Sambillah di lapangan pacuan kuda Sambinae Kota Bima, Rabu.

Kuda kesayangan Sabillah berbulu hitam itu berlomba dengan kuda bernama Tayo milik Firdaus alamat Jatibaru Kota Bima, Lailala kepunyaan Drs Zainuddin Muksin, MM asal Kota Bima, Borju pemilik Agus asal Sumbawa Besar dan di ban 5 Hitam Manis pemilik Sulas alamat Roka Belo Kabupaten Bima, berhasil menempati urutan pertama.

“Setiap  pacuan dimana saja, almarhum selalu menunggangi kudanya dan berhasil mengikuti final memperebutkan juara di kelasnya. Pacuan di Penyaring Sumbawa kemarin, membawa pulang hadiah Sapi dan kulkas,” ungkapnya.

Keempat kuda yang dilepas mulai dari Bostar, kuda bernama Hitam Manis ditunggani Ansyar (joki cadangan) melaju begitu cepat dan mulai meninggalkan lawananya sekitar 15 meter hingga memasuki garis finish.

“Karena joki aslinya sudah meninggal akibat insiden kecelakaan kuda, orang tua mengganti dengan joki cadangan. Alhamdulillah berada diurutan pertama dan mendapatkan tiket memasuki putaran kedua,” ungkapnya.

Sementara Sulas kakak kandung almarhum, tidak kuasa menahan tangis. Dia memeluk kuda kesayangan adik kandungnya itu setelah menjadi juara.

Puluhan mata fokus memandang kuda milik almarhum yang keluar dari lintasan. Seolah joki aslinya masih menempel di atas punggung si “Hitam Manis”.

Kepergian Muhammad Sabillah dalam arena Sambinae seolah belum menghapus kesedihan para pecinta kuda pacuan. (MAN)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top