Pemerintahan

Skala Kawasan Salah Satu Pola Penanganan dengan Hati Program Kotaku

Sosialisasi program Kotaku pada masyarakat.

Kota Bima, Bimakini.- Skala Kawasan merupakan salah satu program Penanganan Terdalam melalui prlaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Bima tahun 2019-2020. Untuk memaksimalkan tercapainya program terus dilakukan sosialisasi pada masyarakat penerima manfaat.

Seperti dilakukan Senin, (14/10), di bantaran sungai Keluragan Rabadompu Barat. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Perkim, Didi Fahdiansyah dan jajaran,   Tim korkot 3 Kota Bima.  Lurah Rabadompu Barat dan  BKM, warga bantaran sungai lingkungan Naru dan Kotabaru serta Tere, perwakilan tokoh Agama, tokoh pemudan dan tokoh masyarakat  di Kelurahan Rabadompu Barat.

Korkot 3 Kota Bima, Sri Sumandari, ST menyampaikan, sosialisasi tersebut dilakukan agar masyarakat memahami dan mengetahui konsep perencanaan kegiatan skala kawasan. Tidak saja fisik programnya, namun pada potensi ekonomi dan kearifan lokal  yang diangkat menjadi sebuah konsep  RATURAGA (Rabangodu Utara, Rontu, Rabadompu Barat dan Penaraga),  MANTIKA (Mandiri, Aman, Tertib, Indah, Kreatif dan Agamais).

Ditekan pula,  kata dia, tujuan Program Kotaku bagaimana mewujudkan permukiman layak huni, produktif dan berkelanjutan.  Untuk mewujudkan kegiatan tersebut, melalui program Kotaku terus mendorong penuntasannya.

Di tahun 2019 tidak saja di enam kelurahan, namun skala diperluas. Pihaknya juga meningkatkan dukungan penanganan kawasan kumuh melalui kegiatan skala kawasan.  Sebelumnya Rabadompu Barat sudah di intervensi oleh program NUSP-2 di skala  lingkungannya yang tersebar pada beberapa RT kumuh. Sebelumnya  telah masuk dalam SK Kumuh Walikota Bima dalam 3 Tahun terakhir.

“Kalau dipikir berat melaksanakan progran ini karena program ini adalah program hati, mengapa demikian. Karena Program KOTAKU, bukan KOTAMU, KOTANYA, KOTADIA, tapi KOTA KITA SEMUA,” ungkap Sri sapaan akrabnya.

Tambahnya,  program ini akan berhasil bila berdasarkan keinginan dan kemauan ita doho kaso (Bapak dan Ibu sekalian), tanpa adanya keinginan, kemauan dan dukungan kita semua, program ini tidak sesuai dengan hajadnya.

Ternyata bahwa program Kotaku skala kawasan perencanaannya sudah dirancang dari tahun 2017 oleh POKJA  PKP, tim Kotaku, BKM dan perwakilan LSM, serta unsur swasta. Hal itu disampaikan Sri, saat kegiatan sosialisasi, sehingga  Sepanjang sempadan sungai kampung Naru akan di bangun jalan, drainase , pendestrian, uma lengge, Ruang Terbuka Publik dan lain-lain.

Selain pada fisik, juga dipikirkan melalui program skala kawasan ini out put-nya ke depan dapat meningkatkan perekonomian di Rabadompu Barat. Termausk  menjadi destinasi wisata baru dalam lingkup perkotaan,  dengan mengangkat kearifan lokal, yaitu tenunan Bima.

“Mudah namun yang paling berat adalah mewujudkan perubahan wajah permukiman dan perubahan prilaku hidup sehat pada masyarakat. Alhamdulillah masyarakat semangat dan siap mendukung penuh program untuk mewujudkan RATURAGA mantika, dan Rabadompu Barat menjadi destinasi wisata baru, dengan adanya program tersebut dan didukung dengan kegiatan kolaborasi dengan pemerintah,” pungkasnya.

Capaian mengurangi kawasan kumuh pada lokasi kawasan tersebut yang mencapai 19.22 Ha.

Sementara Kepala Dinas Perkim Kota Bima, Didi Fahdiansyah di depan masyarakat berharap dukungan dari seluruh elemen. Karena program skala kawasan ini, bukan saja membangun fisik, juga dikolaborasikan dengan kearifan lokal.

Didi berharap dapat dijaga bersama apa sudah dibangun sehingga akan terus terawat dan berkelanjutan. Program Kotaku skala kawasan ini melibat lintas OPD, termasuk untuk kebersihannya.

Pada kesempatan sosialisasi itu pula, Arif  Rusli selaku unit pengelola lingkungan (UPL) sangat senang dengan adanya kegiatan ini. “Dalam perencanaan ini agar dibuatkn gellery atau bangunan yang berfungsi untuk memamerkan hasil tenunan dan sejarah tenunan di Rabadompu Barat,” harapnya. (DED)

Share
  • 17
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top