Pemerintahan

Wali Kota Bima, Ketua Dewan Serta Kadis Bakal ke Korea

H Muhammad Lutfi, SE

Kota Bima, Bimakini.- Diperkirakan sekitar bulan Oktober 2019 ini, Pemerintah Kota Bima kembali diundang oleh UNESCO, menuju Korea Selatan. Sebelumnya juga sempat diundang UNESCO ke Paris Perancis bersama dengan sejumlah pemimpin daerah di Indonesia.

Dalam lawatannya keluar negeri ini, Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi, SE tidak sendiri. Melainkan ada sejumlah pejabat penting lainnya berikut juga dengan sejumlah jajaranya pada SKPD.

“Selain Pak Wali, yang akan pergi itu juga kepala bappeda, kabid perencanaan di bappeda, ketua dewan dan seorang dari bagian humas dan protokol,” ungkap

Kabag Humas dan Protokol Kota Bima, H Abdul Malik SPt MAP kepada wartawan kemarin.

Lebih jauh dijelaskan Malik, kepergian Pemkot Bima ke Korsel bukan sekedar melancong tapi memenuhi undangan UNESCO. Undangan ini, merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang mana UNESCO tertarik dengan rencana program Pemkot atas konsep smart city dan sister city.

“Dua konsep ini sebelumnya telah dibicarakan saat pak wali ke Perancis. Setelah itu, pemkot mendapatkan kunjungan dari UNESCO dan sekarang ini UNESCO kembali mengundang pemkot ke Korea Selatan,” beber Malik.

Tujuannya ke negara yang dikenal sebagai negara sejuta girl band dan boy band, lantaran Korsel merupakan negara yang menerapkan pelayanan prima kepada publiknya. Sedangkan untuk konsep sister city, UNESCO menawarkan Pemkot Bima bekerjasama dengan Kota Pyeongyang Korsel yang telah berhasil menerapkan konsep smart city.

Selain ke Korsel, November nanti juga wali kota kembali akan mengunjungi LN lagi. Negara yang dituju, adalah negara yang dikenal dengan sebutan negara matahari atau negara sakura. Agendanya pun beda, yakni memenuhi undangan World Bank.

Artinya, di tahun 2019 ini total wali kota ke luar negeri sebanyak tiga kali. Pertama ke Perancis, kemudian Korea Selatan dan terakhir ke Jepang.

Sementara terkait anggaran, Malik mengaku dalam DIPA perjalanan dinas Luar Negeri kepala daerah telah dianggarkan ratusan juta. Itu pun penggunaannya sesuai dengan kebutuhan atau jika ada kegiatan serta undangan saja. “Ketiganya itu kan kita memenuhi undangan, bukan pergi sendiri, ” tegasnya.

Untuk memenuhi undangan UNESCO saja, Pemkot harus merogoh APBD hingga Rp 50-an juta untuk biaya transportasi dan penginapan. (IKR)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 303
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top