Pemerintahan

Wali Kota Bima: Membangun tak Seperti Membalikkan Telapak Tangan

H Muhammad Lutfi, SE

Kota Bima, Bimakini.-  Di tengah minimnya APBD Kota Bima, maka tidak serta merta membangun seperti membalikan telapak tangan. Namun semangat membangun harus jadi motivasi dengan dukungan rakyat.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi, SE saat membuka acara louncing Lawata Ninght, Jum’at malam (11/10).

Dikatakannya, secara bertahap, pasti akan ada perubahan pembangunan. Maka dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan,  baik masyarakat, Pemerintah Pusat, Provinsi NTB, bahkan BUMN. “Membangun Kota Bima tidak seperti membalik telapak tangan, APBD  Kota Bima hanya 800 miliar terkeceil di NTB, tapi semangat kita harus terus didorong”  ujarnya.

Sebagai kepala daerah, harus percaya diri, segala upaya dan kekuatan akan dilakukan untuk membangun Kota Bima tercinta menjadi terdepan. “Malam ini contohnya,  Lawata bisa berubah berkat dukungan dari beberapa bank,” ujarnya.

Yang terpenting, kata dia, konsepnya. Dengan  mendorong pembangunan teritegrasi, Lawata bisa berubah. Selain dari sisi pariwisata, juga   menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Pengembangan teringrasi, terkoordinasi antara Pemkot Bima dan BUMN berhasil merubah pantai lawata kini layak menjadi tempat berwisata. Tentu Harapannya dapat terus dikemas, makanya kita rencanakan akan membangun restoran dan hotel yang representasif sebagai syarat mutlaknya,” lanjutnya.

Mendukung itu semua, kata dia, akan  memberikan kemudahan akses. “Terlebih keindahan teluk Bima di dikarunia tuhan, tentunya petut kita syukuri, namun patut kita rawat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MK RI, Anwar Usman yang hadir memberikan apresiasi pada Pemkot Bima. Salah satunya dengan perubahan kawasan Lawata. “Pemkot telah berhasil mengubah pantai Lawata Seperti malam ini hingga layak menjadi tempat representasi bagi masyarakat Kota Bima,” ppujinya. (DED)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top