Ekonomi

BPD Rasabou Sikapi Masalah Harga Minyak Tanah

Bina, Bimakini.- Mendapat laporan terkait ada pengecer yang menjual minyak tanah diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). BPD Rasabou Kecamatan Bolo langsung mengambil sikap yakni mendatangi pengecer. “Pengecer tidak boleh menjual minyak tanah seenaknya. Karena ada ketentuan Bupati Bima yang harus dipatuhi,” ujar Wakil Ketua BPD Rasabou, Muhammad Khardi, Jum’at (29/11).

Diakuinya, setelah mendapat laporan warga bahwa pengecer minyak tanah di salah satu tempat (Disebutkan nama pengecer) menjual diatas HET. Pihaknya langsung mendatangi sekaligus menyarankan tidak menjual diatas HET. “Alhamdulillah harga minyak tanah saat itu juga stabil. Yakni dari sebelumnya pengecer hendak menjual Rp. 5 ribu per liter. Saat itu juga pengecer menyampaikan akan menjual dengan harga Rp. 4 ribu yakni seperti biasanya,” jelas BPD yang baru dilantik itu.

Terkait warga yang sudah menyetor uang Rp. 5 ribu per liter, pengecer sudah berjanji akan mengembalikannya. “Uang yang sudah disetorkan akan dikembalikan,” ucap dia mengutip kata pengecer.

Dijelaskannya, berdasarkan lampiran Bupati Bima nomor 188.43/960/03.4/2013 tanggal 15 Nopember 2013. Untuk wilayah Kecamatan Bolo, HET bahan bakar minyak tanah bersubsidi pada pangkalan yakni sebesar Rp. 3 ribu. “Kalau menjual minyak tanah dengan harga Rp. 4 ribu per liter itu sudah disepakati warga. Jangan coba coba menjual diatas harga yang disepakati karena itu pelanggaran,” tegasnya.

Salah satu pengecer, M, mengatakan, dirinya siap mengembalikan uang warga yang sebelumnya sempat disetorkan. “Memang warga menyetor Rp. 5 ribu untuk satu liter minyak tanah. Tapi akan dikembalikan masing masing Rp. 1 ribu karena biasanya saya jual minyak tanah dengan harga Rp. 4 ribu per liternya,” ungkapnya. (KAR)

Share
  • 751
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top