Pendidikan

BTPN Syariah Berbagi Kebaikan di SDN Aisiyah 2 Banjar-Ampenan

Head Communication Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah, Ainul Yaqin bersama siswa SD Aisiyah 2.

Mataram, Bimakini.- SD Aisiyah 2 Banjar, Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini berubah jauh pascagempa di Lombok, 29 Juli 2018. Bangunan yang sebelumnya retak, genteng jatuh, karena dampak gempa, sudah dipoles.

Siswa terlihat  lebih ceria dengan bangunan “baru” sekolah mereka. Apalagi ada tambahan aula, sehingga menambah fasilitas untuk kegiatan sekolah.

Pendiri dan pengelola SD Aisyiah 2 Banjar, bernafas lega. Impian mereka untuk terus membangun generasi yang baik mendapat jalan. Pascagempa, BTPN Syariah datang melihat kondisi sekolah yang memerihatinkan.

Kini wajah Nurhayati, pendiri SD Aisiyah 2 Banjar Ampenan Kota Mataram semakin ceria dan penuh semangat. Begitupun  Pimpinan Wilayah Aisiyah (PWA) NTB, Sofiah Rawiana dan Kepala Sekolah, Sri Rahmatias, termasuk guru setempat.

Head Communication Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah, Ainul Yaqin, bersama rombongan datang meninjau sekolah itu, Kamis siang. Tim BTPN Syariah sengaja datang meninjau sekolah yang didirikan Nurhayati melalui organisasi Pimpinan Wilayah Aisiyah (PWA) tahun 2005.
Nurhayati, terharu dan berterimakasih atas uluran bantuan dari BTPN Syariah untuk merehabilitasi bangunan sekolah yang rusak parah karena guncangan gempa 29 Juli 2018 lalu.

“Kami menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada BTPN Syariah atas bantuan rehabilitasi sekolah kami, sehingga menjadi bagus dan apik seperti saat ini,” ujar Nurhayati pendiri SD Aisiyah Banjar Ampenan Kota Mataram, Kamis (7/11/2019).

Kepala SD Aisiyah Banjar Ampenan, Sri Rahmatias, juga terlihat sangat senang menyambut kedatangan Tim BTPN Syariah dan BTPN Syariah Bali Nusra. Betapa tidak, dalam pandangan mata Rahmatias, BTPN Syariah telah menjadi salah satu pahlawan bagi keberlanjutan misi pendidikan bagi sekolah yang diasuhnya.
Berkat adanya bantuan rehabilitasi sekolah dari BTPN Syariah, kini sekolah yang diasuhnya itu sudah banyak peminatnya. Disamping karena bangunan sekolahnya sudah tampak bagus dan apik juga karena disekolah itu menerapkan Kurikulum K13 serta pembelajaran soal akhlak dan kemuhamadiyahan.
“Alhamdulillah sekolah kami sudah bagus sekarang. Terimakasih BTPN Syariah,” ujarya.

Dikatakannya, sebelumnya, siswa disekolah ini sedikit. Sekitar empat atau lima orang saja, namun sekarang sudah mencapai 48 orang, mulai kelas I hingga kelas V. “Disamping karena bangunan sekolah kami yang sudah bagus, juga faktor outputnya nanti selain penguasaan pelajaran umum juga menghafal Al-Qur’an ketika lulus nanti,” ungkapnya.
Sementara itu, Head Communication BTPN Syariah, Ainul Yaqin, mengungkapkan total bantuan yang dikucurkan melalui BTPN untuk rehabilitasi total SD Aisiyah sebesar Rp350 juta lebih.
Bantuan itu menurutnya bersumber dari dana kepedulian karyawan BTPN Syariah yang juga disebut dengan Bankir Pemberdayaan yang menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk membantu korban bencana gempa Lombok yang terjadi pada 29 Juli 2018 lalu.
“Saat itu terkumpul dana bantuan sebesar Rp131 juta dari para bankir pemberdayaan BTPN Syariah ini. Dan kemudian dana bantuan itu digandakan lagi jumlahnya oleh perusahaan yakni BPTN Syariah sehingga berjumlah Rp265 juta. Dan hingga tuntasnya pekerjaan rehab itu berkisar hingga Rp350 juta lebih,” ungkap pria asal Bima ini.
Menurutnya, keputusan merehab SD Aisiyah Banjar Ampenan setelah pihaknya bersama dengan Andy Setyo, Bussiness Coach Bali Nusra, beserta Tim BTPN Syariah lainnya melakukan survey dan research tentang kondisi Lombok paska terkena gempa.
diakuinya, kondisi sekolah saat itu memerihatinkan, sehingga dianggap layak untuk mendapat bantuan. Selain itu, melihat adanya kesamaan semangat dengan pengelola SD Aisiyah 2 untuk terus menebar kebaikan.

“Setelah survey diputuskanlah membantu merehabilitasi SD Aisiyah 2 ini. Alhamdulillah pekerjaannya sudah tuntas dengan penambahan pekerjaan pembangunan Aula Sekolah,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisiyah (PWA) Provinsi NTB, Sofiah Rawiana, ST, MT mengaku akan menjaga kepercayaan BTPN Syariah yang telah merehap sekolah itu. Yakni dengan menjaga dan merawat fisik  bangunan yang ada.

Menurutnya, bantuan akan lebih berarti, jika ada komitmen sekolah untuk menjaganya. Terus membangun kebersamaan dalam melahirkan generasi yang berakhlak.

Kedepan, diharapkannya jalinan antara BTPN Syariah dengan SD Aisyiah 2 belanjut. Kerjasama diharapkan terus terjalin dalam membangun mutu dan kualitas pendidikan.

Selain itu, meningkatkan kesadaran orang tua untuk membiarkan anak bisa belajar dengan nyaman. “Kami adalah organisasi perempuan, maka kami berharap BTPN Syariah bisa membantu dalam peningkatan kapasitas building dari kaum perempuan dalam mengemban misi dakwahnya. Hal lain adalah bagaimana adanya peningkatan kesejahteraan perempuan kebetulan kami juga ada Majelis Ekonominya yang bisa bekerjasama dengan BTPN Syariah,” harapnya

Kedepannya, kata dia,  SDN Aisiyah 2 akan menerapkan Zero Waste. Tidak ada lagi penggunaan bahan plastik berlebihan dan hanya menjadi sampah. “Kami akan menyiapkan galon air minum dan anak-anak akan membawa  gelas masing-masing,” ujarnya.

Pantauan Bimakini.com, kondisi sekolah saat ini lebih  tertata. Bahkan genteng sisa bangunan dimanfaatkan untuk membuat taman. Suasana sekolah yang asri dapat membuat siswa betah dan nyaman bersekolah. (IAN)

(IAN)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top