NTB

Bulutangkis Sumbang 4 Medali Perunggu untuk Tim Peparpenas IX NTB

 

Mataram, Bimakini.- Persaingan antar atlet difabel berbagai daerah menjadi yang terbaik, dalam Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) IX di Jakarta, berlangsung sangat ketat. Para atlet difabel NTB merasakan betapa beratnya meraih medali di multi event yang akan berakhir besok, Selasa (12/11/2019).

Dari cabang olahraga bulutangkis, misalnya. Meski atlet bulutangkis difabel NTB yang berjumlah tiga orang semuanya masuk semifinal di empat kelas sekaligus, namun tidak satupun yang berhasil lolos ke partai final. Empat kelas semifinal itu semuanya berakhir dengan empat medali perunggu.

Keberuntungan benar-benar tidak berpihak pada tim bulutangkis NTB. Mereka bisa saja meraih perak bahkan medali emas di nomor tunggal putra tuna rungu atas nama Muhammad Suwardin dan ganda campuran tuna rungu bersama Lailatul Hasanah. Sayangnya, disaat Suwardin bermain bagus dan menguasai pertandingan, siswa SLB Negeri 1 Dompu itu mengalami kram paha.

Kram Suwardin yang datang tiba-tiba itu membuat permainannya merosot karena harus menahan rasa sakit. Meski mencoba terus bertahan, namun akhirnya Suwardin mengundurkan diri di tengah permainan.

Di ganda campuran, Suwardin yang berpasangan dengan Lailatul Hasanah tidak mampu berbuat banyak. Sepanjang permainan ia harus menahan sakit dan beberapa kali mendapatkan perawatan tim medis. Meski bisa bertahan, namun terpaksa mengakui keunggulan lawan dalam dua babak.

Dua nomor tunggal lainnya atas nama Lailatul Hasanah (putri) dan Muhammad Irvan Oktavia (putra tuna grahita), juga tidak berhasil meloloskan NTB ke final. Keduanya turut terhenti di babak semifinal dan harus puas dengan medali perunggu.

Dari cabang olahraga boccia, Lucky Firmansyah, berhasil menyumbang medali perunggu untuk NTB. Sehingga total medali perunggu NTB di hari kedua pertandingan Peparpenas IX menjadi lima perunggu. PUR

Share
  • 490
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top