Politik

Calon Kades Maria Sumpah Meninggal Tujuh Hari Jika Berpolitik Uang

Calon Kades Maria, inginkan tidak ada politik uang.

Bima, Bimakini.- Ada yang heboh dari pernyataan calon kepala desa (Kades) Maria Kecamatan Wawo yang berkontestasi pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 16 Desember mendatang. Salah satu calon Kades Maria, Nasrun H Yusuf, menginginkan Pilkades kali ini harus bebas dari politik uang.

Namun, caranya mengagetkan yakni bukan membuat pernyataan di atas materei sebagaimana dilakukan selama ini, tetapi bersumpah menggunakan Kitab Suci Al Quran.

Kata Nasrun, kelima calon Pilkades yang berkontestasi, Drs Lutfi, Nasrun, Didi Darmadi, Imran, dan Irfan, harus berjanji jika melakukan politik uang, maka siap menanggung akibat meninggal dalam tujuh hari. Meski usulan ini mendapat penolakan dari keempat calon lainnya, namun Nasrus mengaku memiliki pengalaman yang terjadi selama ini tidak ditanggapi serius oleh calon dan pemilih.

“Jadi menurut saya sia-sia saja kita membuat penyataan di atas materei jika tetap dilanggar. Cara itu hanya buang-buang waktu saja dan sama saja bohong. Sekalian saja saya usulkan sumpah tujuh hari meninggal bagi yang melakukan politik uang,” ujarnya saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Karang Taruna Pelopor Desa Maria di Uma Lengge Desa Maria.

Kelima calon ingin membuat pernyataan bersama menolak politik uang di Uma Lengge Desa Maria, Sabtu (23/11) malam.

Calon lain, Didi Darmadi, S.Sos, mengaku, menginisiasi membuat pernyataan sikap itu saat baca Yasinan di rumahnya beberapa hari lalu. Namun, konsep mengenai hal itu belum dibuat. Tentu dalam beberapa hari ke depan akan membuat konsep yang disepakati oleh seluruh calon yang akan berkontestasi pada Pilkades serentak 16 Desember mendatang. Terkait sumpah tujuh hari meninggal tak perlu dilakukan jika semua calon ingin mendidik masyarakat untuk berlaku jujur dan memilih berdasarkan hati nurani.

“Oleh karena itu saya minta kepada masyarakat agar jangan hanya calon yang membuat pernyataan, tetapi masyarakat juga harus berani menolak calon yang bermain uang,” katanya.

Hal yang sama disampaikan calon lain, Drs Lutfi, Imran, dan Irfan. Mereka berharap pada Pilkades kali ini harus bebas dari politik uang agar hasil yang diperoleh mendapatkan legitimasi dari seluruh calon dan masyarakat. Semua menginginkan Pilkades kali ini aman, lancar, dan berkualitas. Tak ada lagi riak-riak ada calon yang memberikan uang kepada pemilih atau membagikan bibit jagung, pupuk, atau dalam bentuk apapun kepada pemilih. Pokoknya Pilkades kali ini murni, jujur dan adil.

Camat Wawo, Drs Aidin, mengapresiasi keinginan bersama kelima calon yang berkontestasi pada Pilkades serentak 16 Desember mendatang. Tentu semua menginginkan Pilkades itu berlangsung aman, lancar dan sukses melahirkan calon kepala desa yang terbaik. “Saya berharap jangan sampai karena Pilkades silaturrahmi terputus. Kita semua adalah bersaudara dan wajib menjaga kondisi keamanan tetap kondusif,” katanya. (NAS)

Share
  • 4.2K
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top