Peristiwa

Jelita, Putri Malang yang Butuh Perhatian

Jelita Aprianti (11 tahun)

Bima, Bimakini.- Jelita Aprianti (11 tahun), putri malang warga RT 10 RW 05 Dusun Tolo Desa Teke Kecamatan Palibelo sangat membutuhkan perhatian. Pasalnya, untuk menyembuhkan penyakit yang diderita membutuhkan biaya banyak. Sehingga yang diharapkan saat ini uluran tangan dari pemerhati.

“Jelita sangat butuh perhatian semua pihak untuk menyembuhkan penyakit kejepit saraf yang dialaminya,” ujar Kakak Kandungnya, Hasnawati, Jum’at (8/11).

Cerita Hasnah, Jelita lahir tepatnya di hari meninggal bapak nya (Nurdin, red) yakni tahun 2018 lalu. Hal itu membuat sang Ibu (Maemunah, red) alami depresi. “Saat itu ibu depresi karena tidak kuat atas kepergian bapak sehingga berakibat pada kesehatan Jelita sehingga mengalami gizi buruk sejak berumur 4 bulan hingga 3 tahun lamanya,” tuturnya.

Diakuinya, sekitar tahun 2009 Jelita pernah mendapat bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bima dan pada tahun 2016 Jelita dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima bahkan sampai ke Mataram. “Dulu kami pernah membawanya ke Rumah Sakit Kota Bima. Menurut diagnosa dokter Jelita alamai kejepit saraf sehingga sering lupa ingatan dan tidak mampu membawa beban yang terlalu berat,” jelasnya.

Dirinya berharap, pihak terkait seperti pemerintah dan para dermawan dapat membantu meringankan beban yang kita alami saat ini. Karena lanjut dia, tanpa bantuan dari pemerintah dan pemerhati upaya penyembuhan Jelita hanya mimpi. “Saya sangat berharap adik saya sembuh agar bisa bermain dengan teman sebayanya,” tutupnya. (KAR)

Share
  • 507
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top