Hukum & Kriminal

Kasus ADD Waduruka, Polisi Sita Uang “Tutup Mulut” dari Oknum LSM

ilustrasi

Bima, Bimakini.- Penyelidikan kasus dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa, di Desa Waduruka Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima terus bergulir. Terakhir, unit Tipidkor Polres Bima Kota menyita uang senilai Rp 13 Juta dari oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Selain menyita uang belasan juta, jelas Kapolres Bima Kota melalui Kasat Reskrim IPTU Hilmi Manossoh Prayugo S Ik, juga telah memeriksa oknum angggota LSM berinisial HR. Dia  menerima uang yang konon bersumber dari bagian ADD dimaksud.

“Uang itu konon sebagai uang tutup mulut terkait kasus itu. Makanya kita sita dan periksa oknumnya. Sekali lagi masih konon ya,” ungkap Hilmi menjawab media ini Rabu (13/11).

Dari pengakuan oknum LSM itu lanjut Hilmi, uang belasan juta tersebut dipinjam melalui Kepala Desa Waduruka sejak tahun 2018 lalu. Hanya saja, tidak dijelaskan secara rinci untuk kepentingan apa uang tersebut dipinjamkan.

“Yang jelas itu uang itu bagian dari anggaran dana desa yang dipermasalahkan itu,” sambungnya seraya menambahkan jika oknum LSM diperiksa sebagai salah satu saksi dari penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dana desa sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 ini.

Selain memeriksa oknum LSM sebagai saksi, polisi juga telah memeriksa mantan Kepala Dinas BPMDes Kabupaten, Drs Sirajudin berikut juga sejumlah pegawai yang ada dilingkup Pemda Bima.

“Dan ada tambahan dari Kades serta perangkat desa lainnya di Waduruka. Semuanya masih kita periksa sebagai saksi,” tukasnya di Mapolres kemarin.

Sebelumnya diwartakan, penyidik Tipidkor Polres Bima menyelidiki kasus dugaan penyimpangan yang dilaporkan warga setempat, karena diduga merugikan negara sekitar Rp 300 juta.

Malah setelah hasil pengembangan penyidik, kerugian negara sebut polisi bisa membengkak hingga Rp 500 juta bahkan lebih. Dugaan itu setelah penyidik menelisik berbagai penyimpangan mulai dari pembangunan pagar Pustu, pagar lapangan serta sejumlah fasilitas desa lainnya. (IKR)

Share
  • 155
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top