Pendidikan

Kasus Perkelahian Pelajar di SMAN 1 Belo Menurun

Kapala SMAN 1Belo Drs. Mustamin

Bima, Bimakini.- Warga belajar di SMAN 1 Belo, kian merasakan suasana aman dan nyaman. Hal ini disebabkan angka perkelahian siswa di sekolah setempat menurun drastic. Itu berkat dukungan dan kerjasama yang baik Muspika, Pemerintah Desa dan tokoh masyarakat di Kecamatan Belo.

“Alhamdulillah, perkelahian siswa secara kelompok yang mengakibatkan KBM diberhentikan, sudah jarang terjadi di Sekolah kami,” jelas Kapala SMAN 1Belo Drs. Mustamin, Jumat (15/11).

Lanjut dia, belajar dari pengalaman sebelumnya, pihaknya sampai kewalahan menangani persoalan perkelahian siswa, pembinaan dan sanksi. Semua sudah  cukup maksimal dilakukan.

“Kami, Muspika, Desa dan Tokoh menyepakati, untuk meminimalisir perkelahian siswa dengan cara tidak orang tua dan tokoh terlibat aktif untuk pembinaan mental siswa di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Muspika, TNI dan Polri Kecamatan Belo, melakukan pendekatan humanis dengan cara memberikan pembinaan dan pengarahan sebelum KBM dimulai.  “TNI dan Polisi serta Pemerintah Kecamatan aktif memberikan sosialisasi di Sekolah, bahkan aparat selalu hadir di saat waktu rentan perkelahian,” terangnya.

Kata dia, beberapa tahun lalu, setiap perkelahian siswa, bukan hanya melibatkan individu, namun sudah masuk ranah kelompok dari Desa masing-masing. Bahkan perkelahian siswa pasti berpengaruh pada PKBM tidak aktif lagi.

“Sudah dua tahun terakhir hampir tidak ada lagi perkelahian siswa secara kelompok mengakibatkan tidak aktofnya KBM, ada tapi perkelahian individu saja, tapi dapat kami selesaikan secara internal dan tidak berpengaruh apa-apa,” jelasnya.

Kata dia, setiap bulan, pihak sekolah berkoordonasi bersama Muspika maupun Pemerintah Desa dan tokoh masyarakat untuk lebih intens memainkan peran membangun pendidikan. (MAN)

Share
  • 1.1K
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top