Hukum & Kriminal

Kejari Bima Telusuri Dugaan Gadai Fiktif di Pegadaian Godo Senilai Rp 730 Juta

I Wayan Suryawan SH

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan korupsi dengan gadai fiktif kembali ditelurusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba Bima. Kali ini penyidik tengah menangani dugaan korupsi di Kantor Unit Pegadaian Cabang (UPC) Godo.

Kepala Kejaksaan Negeri Bima melalui Kasi Pidsus, I Wayan Suryawan menjelaskan, dugaan korupsi ini mengalami kerugian mencapai Rp. 730 juta. Dimana, ada puluhan jenis barang berbagai macam yang digadaikan, yakni dengan cara menggadaikan kembali barang yang sudah digadaikan oleh para nasabah.

“Modusnya gadai fiktif dan baru dilaporkan dua bulan belakangan ini. Masih terus kita selidiki. Santai,” ujarnya, kepada wartawan Rabu (13/11).

Untuk pengembangan kasus ini Lanjut Wayan, hingga kini pihaknya sudah memeriksa sedikitnya 15 orang. Yang terdiri dari pihak nasabah maupun dari pihak pegadaian setempat.

Jika tuntas memeriksa para saksi, ia mengaku akan langsung menetapkan tersangka dalam kasus ini. Hanya saja Wayan enggan membongkar akan ada berapa orang yang akan terlibat dalam kasus kredit fiktif tersebut.

“Dipastikan akan ada tersangka dalam kasus ini, kalau tidak bulan ini mungkin bulan depan penetapan tersangkanya,” ungkapnya. (IKR)

Share
  • 17
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top