Olahraga & Kesehatan

Tim Catur Pra PON NTB Kalahkan NTT dan Maluku Utara

Bima, Bimakini.- Dua hari terakhir ini, tim catur Pra PON NTB yang bertanding pada Zona Indonesia Timur, berjaya dengan menumbangkan tim catur Provinsi NTT dan Maluku Utara masing-masing dengan kemenangan 3,5 dan masing-masing hanya kehilangan setengah poin. Pertandingan yang berlangsung seru itu digelar di Hotel Grand Madani, Kamis (7/11).

Kemenangan itu diraih oleh pecatur dari Kabupaten Bima, Master Nasional (MN) Edison, MN Wahyullah, pecatur dari Sumbawa, MN M. Nuh, pecatur dari Kabupaten Dompu, Master Percasi (MP) Ardiansyah, dan pecatur perseorangan dari Kabupaten Lombok Timur, MN Miftahurrahman. Namun, pada dua kali pertemuan hanya MN M. Nuh dan MN Wahyullah yang bermain remis dengan pecatur dari NTT dan Maluku Utara.

Untuk pecatur perorangan MN Miftahurrahman, berhasil mengalahkan lawan-lawannya baik dari Provinsi NTT dan Maluku Utara. Tim catur NTB masih berhadapan dengan tim kuat dari Maluku dan Papua Barat, sedangkan Provinsi Papua langsung lolos sebagai tuan rumah PON 2020.

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) NTB, Abdullah Jais, SH, mengatakan, pecatur NTB berpeluang besar untuk meraih juara pada zona Indonesia Timur sekaligus mendapatkan jatar PON, jika dua pertandingan terakhir bisa memenangkan permainan. “Kita berharap doa dari seluruh warga NTB agar atlet yang berlaga saat ini diberi kekuatan untuk mengalahkan tim dari Maluku dan Papua Barat sekaligus lolos pertama kali pada cabang catur selama PON berlangsung,” ujarnya via grup WA Catur Sasambo, Kamis (7/11).

Persaingan babak akhir ini, kata dia, sangat ketatm sebagai tuan rumah sangat bersar peluangnya karena bermain di kandang sendiri. Bahkan, pemain diingatkan untuk bermain lepas saja dan tampa beban. Terbukti mampu mengatasi berbagai masalah yang dihadapi hingga memenangkan pertandingan dengan elegan. “Saya lihat babak awal dan permainan tengan masih berimbang, tetapi pada fase permainan akhir atlet NTB mampu keluar dari tekanan dan berbalik memenangkan pertandingan. Saya bersyukur pecatur kita bisa bermain lepas dan tidak membiarkan poin lepas dari genggaman mereka,” katanya.

Jika mereka berhasil, kata dia, maka cabang catur akan diperhitungan dan bisa saja menjadi cabang andalan seperti atletik, voli pantai, panjat tebing, dan lainnya. Oleh karena itu atlet pada cabang ini harus berjuang sekuat tenaga untuk mememangkan setiap pertandingan. Tentu keringat dan perjuangan atlet pasti akan diperhatikan.

Tim catur NTB adalah MN Edison, MN Wahyullah, MPArdiansyah, MN M. Nuh, dan pecatur perseorangan MN Miftahurrahman. Untuk tim NTT yang dikalahkan pada hari pertama, Rabu (6/11) adalah Abert Dillak, Yanora Foeh, Robet San, Yery Kamengko, sedangkan pecatur perseorangan, Frangky Lakabella dengan ofisial, Jimmy Elo, Anton Balak, dan manajer tim, Saut Siahaan.
Manajer tim catur NTT, Saut Siahaan, mengaku, pada permainan awal dan tengah timnya ada beberapa yang diprediksi bisa memenangkan pertandingan bahkan mampu menekan lawan, tetapi konsistensi permainan pada fase permainan akhir ternyata kalah telak 0,5-3,5. “Kita berharap bisa meraih angka mutlak pada tiga pertandingan berikutnya,” katanya usai pertandingan di Hotel Gran Madani, Rabu (6/11). (NAS)

Share
  • 280
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top