Pemerintahan

2020 Dipastikan Masjid Agung Almuwahidin Mulai Dibangun

Sekda, Drs H Muhtar Landa, MH

Kota Bima, Bimakini.- Setelah sempat gagal dilaksanakan, Pemkot Bima memastikan di tahun 2020 kembali mengalokasikan anggaran pembangunan masjid Agung A Muwahidin Rp 20 Miliar.

Sebelumnya, rencana pembangunan masjid Agung tahun 2019 gagal setelah proses administrasi pengalihan status tidak kunjung selesai antara Yayasan dan Pemkot Bima.

Padahal Pemkot Bima sendiri telah mengalokasikan dana sebesar Rp 10 miliar, hingga kemudian masuk dalam Silva APBD. Setelah konsultasi dengan pihak BPKP Mataram akhirnya Pemkot Bima menambah alokasi anggaran menjadi Rp 20 Miliar.

“Sudah bisa dipastikan tahun 2020 bisa mulai dibangun,” ungkap Sekda Kota Bima, Drs H Muhtar Yasin saat dikonfirmasi  Bimakini.com diruang kerjanya, Rabu (18/12).

Kepastian itu kata Sekda setelah bersama pimpinan dewan melakukan koordinasi dengan BPKP di Mataram soal status masjid Agung. Terlebih kendala status lahan merupakan wakaf, sehingga tidak bisa diserahkan oleh yayasan ke Pemkot Bima.

Namun saran BPKP, kata Sekda, tanah wakaf masjid Agung Al Muwahidin tidak bisa dialihkan statunya ke pemerintah. Namun bisa dilakukan pembangunan oleh pemerintah, sepanjang setelah selesai dibangun,  fisik gedung diserahkan ke yayasan. “Karena sudah ada saran dari BPKP, tahun 2020 akan dilakukan lelang,” terang Sekda.

Apakah pemerintah tidak bisa membangun di lahan bukan aset? Diakui Sekda, memang lahan masjid Agung merupakan tanah wakaf, sehingga penyerahan ke Pemkot oleh yayasan gagal di tahun 2019. Namun untuk tahun 2020 Pemkot Bima tidak akan mengambil alih status kepemilikan lahan dan bangunan masjid agung, tetapi langsung membangunnya.

“Karena ada aturan mengecualikan khusus untuk pembangunan rumah ibadah, dan itupun disampaikan oleh pihak BPKP saat konsultasi. Saran BPKP bisa di bangun oleh pemerintah dilahan bukan aset pemerintah khusus untuk rumah Ibadah, dan oleh karena itu, Pemkot Bima ditahun 2020 mengalokasikan kembali untuk anggaran pembangunan masjid Agung,”  terangnya. (DED)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top