Jalan-jalan

Air Terjun Oi Panihi, Nasib mu Kini (2)

  • Proyek Terbengkalai dan Debit Air Terancam Punah

Bima, Bimakini.- Usai menikmati keindahan air terjun Oi Panihi ditingkatan paling bawah dan paling tinggi, pengunjung bisa menikmati tingkatan air terjun lain. Hanya saja, lokasi nya cukup jauh dan medannya susah untuk dilewati. Bagaimana kelanjutannya, berikut kupasannya.

Dari samping air terjun, terdapat tangga sekitar puluhan anak tangga yang dibuat pemerintah untuk menaiki tingkatan air terjun lainnya. Di air terjun ini terdapat beberapa jenis pipa berbagai ukuran hingga jumbo untuk mengairi air kebutuhan warga sekitar.

Hanya saja, tangga jalan sekitar untuk menaiki tangga sudah mulai licin karena dipenuhi lumut dan bocornya pipa yang ada disekitar. Untuk itu pengunjung yang ingin menulusuri lagi air terjun lainnya, harus benar-benar awas karena tangga yang memprihatinkan dan tinggi.

Setelah berhasil menjinakkan anak tangga yang sudah mulai licin dan tidak aman lagi tersebut, mata pengunjung akan disuguhkan dengan deretan air terjun tingkatan lainnya.

Hanya saja, sepanjang jalan ketinggian air terjun tidak setinggi spot yang dibawah yang memiliki sekitar 50 meter tersebut. Tapi jangan salah, debit airnya makin besar dan lebih jernih.

Medannya pun kian pekik bahkan pengunjung harus menyusuri bebatuan bahkan kadang terpaksa berjalan melewati pipa-pipa yang terlentang sepanjang jalan. Hal ini dikarenakan sulit mencari jalan di sekitarnya untuk menyusuri.

Nampaknya, sepanjang Oi Panihi ini tetap akan dikontrol oleh petugas untuk menjaga agar aliran air dalam pipa lancar. Jika tidak, dedaunan dan sampah lain akan menutupi pipa-pipa yang mengairi warga sekitar.

Para pengunjung berharap, pemerintah lebih memperhatikan keberadaan air terjun Oi Panihi dengan membuatkan jalan yang lebih bagus lagi karena pentunjuk serta tangga dan alat bantu turun sekitar sudah mulai rusak termakan usia.

“Kan sayang kalau ditelantarkan begini, jangan hanya air terjun Oi Marai dan Pelangi saja yang diperhatikan. Toh juga tidak terlalu jauh jaraknya dari Oi Marai,” ucap Agus, yang ada dalam rombongan dimaksud.

Jika ditelantarkan begitu saja sesal Agus, keberadaan air terjun akan rusak. Belum lagi, debit airnya kian mengurang karena gundulnya hutan dan gunung sekitar.

Padahal banding Agus, keberadaan air terjun Oi Marai dan Oi Panihi tidak jauh berbeda indah dan eloknya. Selain suasananya adem, ketinggiannya juga berbeda dan nyaman bagi pengunjung untuk menginap atau berkemah disekitarnya.

Di air terjun ini Oi Panihi ini sebelumnya cukup tenar. Pemerintah juga sebelumnya bahkan pernah memasang proyek pada tahun sekitar 2004. Hanya saja proyek itu mangkrak karena tidak diperhatikan dan dirawat.

Proyek itu konon adalah dari pemerintah pusat yang dikelola juga kerjasama dengan pemerintah setempat sejak kepemimpinan mendiang Ferry Zulkarnain ST, yang merupakan suami Bupati Bima kini, Hj Indah Dhamayanti Putri SE.

Proyek ini konon bersamaan dengan masuknya Kota Terpadu Mandiri di wilayah sekitar yang tidak jauh dari lokasi air terjun Oi Panihi tersebut. Sumber mata air disana juga menjadi pusat penghidupan karena disekitarnya terkenal dengan susahnya aliran air bersih warga sekitarnya.

Para pengunjung juga khawatir keberadaan mata air dan air terjun itu akan punah, mengingat warga sekitar kian banyak merusak lahan sekitar dengan membakarnya untuk dijadikan lahan menanam jagung dan tanaman lainnya.

Pengunjung berharap pemerintah segera bersikap agar aksi peladangan liar warga tidak parah dan mengancam keberadaan air terjun sekitar. “Karena sayang sekali kalau dilakukan pembiaran,” pungkasnya. (Ikra Hardiansyah)

Share
  • 21
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top