Peristiwa

Anggota Dewan Malas, tidak Quorum, Pimpinan Paksa Galar Rapat

Nampak banyak kursi anggota DPRD Kabupaten Bima yang kosong dalam Rapat Paripurna Kamis.

Bima, Bimakini.- Tingkat kedisiplinan para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bima kian lama kian nampak saja, meski baru berjalan kurang lebih tiga bulan lamanya. Dalam rapat Paripurna Hasil Reses Kamis (5/12) , pimpinan dan anggota dewan “memaksa” memulai rapat meskipun tidak quorum.

Padahal sebelumnya, pimpinan dewan telah menskor rapat tersebut selama beberapa jam lamanya. Terhitung rapat yang sedianya dilangsungkan sejak pukul 09.00 Wita, hingga baru dimulai pada pukul 11.20 Wita.

Itupun belum memenuhi quorum. Karena pada daftar hadir anggota DPRD, saat paripurna dibuka setelah skors lebih dari 2 jam itu, hanya berjumlah 19 anggota dewan dari total 45 anggota DPRD Kabupaten Bima yang ada. Artinya paripurna tetap tidak qourum dan pastinya melanggar tatib yang dibuat sendiri oleh mereka.

“Harusnya kita malu pada rakyat dan utamanya pada eksekutif serta Forkompinda yang sudah lama menunggu paripurna. Ini tidak boleh terjadi lagi,” sentil salah satu anggota dewan, Supardin dalam rapat tersebut sesaat setelah dibuka rapat tersebut.

Dalam interupsinya, duta Partai Gerindra itu menyentil ketidakhadiran rekannya sesama anggota wakil rakyat tersebut dan dia meminta pimpinan rapat, Hj Nurhayati untuk menggarisbawahi sebagai atensi khusus kedepannya.

Senada dengan Supardin, duta Partai Amanat Nasional M Natsir S Sos jua malah melempar joke khasnya karena malasnya rekan-rekannya tersebut. Dia pun meminta lantaran molornya rapat hingga jelang waktu adzan dzuhur, agar tidak dibacakan satu persatu-satu.

“Mengingat waktu yang mepet dan karena ada dua agenda paripurna sebaiknya agar tidak dibacakan saja. Langsung serahkan saja,” imbuhnya yang diamini anggota lain serta pimpinan rapat.

Usai interupsi kedua anggota dewan tersebut pun, adzan Dzuhur kemudian berkumandang dan rapat akhirnya di skor kembali. Usai diskor kali kedua, rapat kemudian kembali berlangsung dan menyerahkan dokumen yang dimaksud.

Rapat Paripurna kemarin kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) yang membahas panitia kerja 2020. (IKR)

Share
  • 11
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top