Berita

Catatan Khas dari KI 4 Bima: Terima Kasih Warga Donggo

Tim relawan Kelas Inspirasi SDN O’O Mpili Donggo berpose di Bukit Mpili.

HARI begitu cerah. SDN O’o yang dikeliling pepohonan rimbun di puncak Donggo, lumayan sejuk. kegaduhan siswa yang mengikuti Kelas Inspirasi (KI) membuat sekolah itu terasa beda di saat jam pelajaran sudah dimulai. Apa tanggapan para relawan? Berikut bagian akhir dari lima Catatan Khas saya mengenai KI 4 Bima di Kecamatan Donggo.

Ada sepuluh personel yang terlibat relawan yang bisa hadir di SDN O’o Desa Mpili, Kecamatan Donggo. Dua lainnya berhalangan. Salah satunya adalah Hilla, putri asli Donggo yang jauh-jauh hari sudah mendaftar dan ingin sekali ikut KI kali ini. Tetapi karena harus menemani ibunya yang cuci darah, keinginan untuk menjadi guru sehari itu dibatalkan. ‘’Saya mohon maaf kawan-kawan karena belum bisa bergabung kali ini. Saya kecewa, tetapi merawat ibu adalah kewajiban yang tidak bisa saya tinggalkan,’’ ujarnya.

Bahkan Hilla harus rela meninggalkan pekerjaan di PLTU Bonto Bima, untuk fokus merawat ibunya yang harus rutin cuci darah karena ada masalah dengan ginjalnya. Yang bisa bergabung ada enam inspirator, seorang videografer, satu fotografer, dan dua fasilitator.

Adalah Trisnawati, S.Pd yang biasa kami sapa dengan Pipit salah satunya. Dia adalah Kepala Sekolah Alam Al-Qur’an Bima (SAABIM). Mengikuti KI didorong oleh keinginan untuk  memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada insan lainnya.

Trisnawati, S.Pd alias Pipit.

‘’Subhanallah…alhamdulillah…luar Biasa… Telah diberi kesempatan untuk menjadi inspirator di KI-BIM4, sehingga bisa bertemu dengan anak-anak hebat Donggo. Mereka mampu mengukir mimpi dalam keterbatasan. Demikian pula dengan tim pengajar hebat di Donggo karena mereka mampu mengabdi dalam kesederhanaan,’’ ujar Pipit.

Dia berharap kegiatan KI dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, sehingga akan semakin banyak mimpi anak-anak Bima yang bisa diwujudkan. Pipit bertekad akan mengikuti KI mendatang jika masih dilaksanakan.

Kepada penyelenggara dia berpesan agar KI bisa semakin kompak. ‘’Hal yang paling berkesan selama mengikuti KI adalah melihat senyum indah anak-anak ketika melihat kami datang. Ini adalah hadiah terindah di Hari Guru tahun ini. Selamat Hari Guru buat semua,’’ katanya. Menurut Pipit, sejatinya guru bukanlah semata profesi, tetapi guru adalah kata lain dari pengabdian.

Inspirator lainnya adalah  Indryani Jumratun, SE. Wanita lincah ini kami panggil Iin. Dia adalah karyawan KPN Pemkot Bima.

Indryani Jumratun, SE, alias Iin.

Iin memiliki motivasi mengikuti KI selain ingin mencari pengalaman baru di luar pekerjaannya sehari- hari, juga ingin memperbanyak teman.  Iin mengaku awal kedatangannya di desa O’o disambut dengan baik dan disuguhkan makanan dan diberikan tempat istirahat yang nyaman oleh warga.

‘’Pagi ketika berangkat ke sekolah disambut juga oleh kepala sekolah, guru serta siswa-siswi dengan baik. Saat masuk mengajar di depan kelas dan bertatap muka secara langsung dengan siswa ternyata sangat menyenangkan dan mereka sangat antusias,’’ katanya.

Dia salut dengan semangat anak-anak  walaupun kekurangan air, mereka tidak surut untuk berangkat ke sekolah.

Iin berharap di SDN O’o disediakan perpustakaan, ruang guru, dan ruang kelas yang memadai. Dia juga mengaku akan ikut kembali jika kelak KI masih ada dan dilaksanakan lagi.

Hal yang paling berkesan selama mengikuti KI  adalah sensasi berdiri di depan kelas dan merasakan bagaimana menjadi guru dalam sehari,  berbicara langsung dengan siswa dan siswi ternyata menurutnya sangat menyenangkan.

Prasetya Ali Sagas, S.Pd alias Bagas.

Lain Iin, lain pula dengan Bagas. Pria bernama lengkap  Prasetya Ali Sagas, S.Pd  ini adalah seorang pengajar di SDN 24 Kota Bima. Mengikuti KI baginya  untuk bisa turut berpartisipasi dalam salah satu program yang dapat membantu mengembangkan sistem dan mutu pendidikan, terutama di tanah kelahirannya, Bima.

Ia mengakui KI sungguh sangat luar biasa. ‘’Saya tidak menyangka bagaimana hangatnya sambutan dari warga Donggo dan siswa SDN O’o Mpili yang begitu antusias menyambut kedatangan kami di sekolah mereka. Mereka adalah anak-anak hebat yang mempunyai cita-cita hebat pula,’’ katanya.

Dia berharap kepada anak-anak SDN O’o agar tetap semangat dalam meraih cita-cita dan tekun belajar. Di masa datang dia akan berupaya untuk ikut lagi kalau ada kesempatan dan berpesan kegiatan ini bisa lebih baik lagi ke depannya dalam berbagai aspek.

Hal apa yg paling berkesan selama mengikuti KI? ‘’Teman-teman Kelas Inspirasi yang sangat luar biasa bersinar. Walaupun mereka berasal dari berbagai macam profesi, mereka mau mengajar untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia. Happy Teachers day guys,’’ katanya.

Baiq Elina Yuliandari, a;ias Elina.

Inspirator lainnya adalah Elina. Wanita Sasak dengan nama asli Baiq Elina Yuliandari ini terdorong ikut KI karena ingin menambah pengalaman. Dia juga ingin berbagi manfaat serta  memperoleh inspirasi dari semua pihak yang terlibat.  ‘’Ini bisa menambah satu episode cerita berkesan selama menjadi abdi negara di Bima,’’ tambah Elina.

Elina mengaku, sangat menyenangkan karena menjadi bagian dari KI di Donggo, Negeri di Atas Awan. ‘’Saya yang menjadi bagian dari tim SDN O’o ini merasakan bagaimana semangat relawan, para siswa, dan pihak sekolah mengikuti kegiatan ini. Dan satu hal yang semakin saya yakini, bahwa label inspirator itu lebih tepat disematkan untuk anak didik. Mereka yang penuh mimpi dan optimis dengan cita-citanya apa pun kondisi yang mereka hadapi,’’ jelasnya.

Untuk KI Bima, Elina berterima kasih sudah menjadi  wadah saling berbagi inspirasi.  ‘’Rasanya acara ini tak akan berjalan dengan penuh komitmen tanpa semangat dan keikhlasan kakak-kakak panitia dan relawan lainnya,’’ ujar karyawan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bima ini.

Elina mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah dan jajaran SDN O’o karena telah menyambut dengan sangat ramah dan perhatian. ‘’Semoga kita selalu dipertemukan dengan kesempatan baik berikutnya,’’ harapnya.

‘’Juga untuk adik-adik SDN O’o, terima kasih sudah menjadi bukti bahwa setiap kita adalah raja dan ratu atas cita-cita kita sendiri. Tak akan ada batas untuk bermimpi setinggi mungkin. Tunjukkan bahwa kalian bangga menjadi bagian dari tanah ibu pertiwi, tanah kelahiran yang dijunjung tinggi,’’ katanya.

Dia berencana akan ikut lagi KI berikutnya jika ada kesempatan. Hal yang paling berkesan bagi Elina selama mengikuti KI  adalah ketika mendengar adik-adik SDN O’o yang sangat tegas dan berani untuk bermimpi di daerah yang cukup jauh dari pusat kota. ‘’Mereka ternyata mempunyai cita-cita yang tinggi dan beragam,’’ ujar Elina.

Nur Eka Asni Jauhari, biasa dipanggil Eka.

Relawan lainnya adalah Eka. Nama panjangnya Nur Eka Asni Jauhari, ST. Dia adalah Tenaga Pendamping Profesional Indonesia (TPPI) di P3MD (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa), atau Pendamping Desa. Sebagai anak seorang guru, jiwa mendidik turun dari sang ayah Drs Djaharuddin, guru dan juga pendiri SMA Pelita di Sape, Bima. Ia melihat ada semangat dirinya dalam diri anak-anak itu, dan mereka adala salah satu penyemangat ketika sedang merasa lelah.

‘’Waktu kegiatan yang cuma sehari, mengingat padatnya pekerjaan yang saya lakoni, juga menjadi alasan. Niat saya sih, semoga benar-benar ada anak yang terinspirasi,’’ katanya.

Lepas dari rutinitas, baginya adalah sesuatu yang luar biasa.  Eka berpesan kepada relawan dan panitia

Agar tetap solid dan selalu sempatkan waktu untuk adakan lagi KI di masa datang. ‘’Untuk anak-anak SD O’o, tetap semangat dan terus berjuang sebab sukses tidak didapat tanpa perjuangan,’’ ujarnya.

Hal yang paling berkesan bagi Eka adalah ketika melihat banyaknya anak muda yang terlibat sebagai inspirator.  ‘’Jujur itu sangat berkesan, karena di antara kaum muda milenial yang orientasinya adalah duit, tetapi ada sebagian mereka yang justru mau terlibat kegiatan sebagai relawan KI yang tidak dibayar,’’ katanya.

Taufiqurrahman alias Opic, yang akrab dengan muridnya.

Inspirator lainnya adalah Taufiqurrahman, S.Pd. Dia adalah salah satu pimpinan Bawaslu Kabupaten Bima. Di antara kesibukannya menyiapkan pengawasan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bima, ia sempatkan diri untuk hadir menginspirasi di SDN O’o. Pria yang akrab disapa Opick ini, hadir di Donggo ingin berbagi motivasi kepada anak-anak agar semangat  mengejar apa pun cita-cita mereka.

Lalu Muhammad Umar Alfaruq.

Demikian pula halnya dengan Lalu Muhammad Umar Alfaruq dan Sri Maulana Abimanyu. Fotografer dan videografer ini memiliki kesan serupa terhadap pelaksanaan KI di SDN O’o khususnya dan Donggo umumnya.

‘’Kami senang, kami ingin terlibat lagi di masa mendatang. Masyarakatnya luar biasa baik,’’ kata Alfaruq.

Abdul alias Baba Selatan.

Abdul alias Baba Selatan, tidak banyak bicara, tetapi banyak kerja. Dia senang karyanya bersama Abimanyu berupa pesawat televisi KI SDN O’o banyak digunakan untuk foto-foto. ‘’Pokoknya keren. Kami semua senang,’’ katanya. (khairudin m.ali/habis)

 

 

Share
  • 734
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top