Peristiwa

Delapan Warga di Wawo, Digigit Anjing

Ketua Baznas Kabupaten Bima, H Abubakar Usman, BA saat memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Bima, Bimakini.- Warga Kecamatan Wawo, Selasa Selasa (3/12) padi sekitar pukul 07.30-08.30 Wita, dihebohkan oleh ganasnya anjing liar yang berkeliaran diperkampungan warga. Akibatnya, Empat warga Desa Maria dan empat warga Desa Pesa Kecamatan Wawo, diserang anjing gila. Untung saja mereka dibantu warga lain sehingga dapat diselamatkan dan dilarikan ke Puskesmas Wawo.

Mereka yang menjadi korban dari keganasan anjing gila itu adalah Aisyah Selfilia (12 tahun) siswa kelas V SDN 1 Maria, Muhammad Ahfan siswa kelas III SDN 1 Maria, Dika Aulia Jamah siswa kelas III SMPN 1 Wawo, Hendri siswa MTsN 1 Bima, Siti Hanifah siswa MTsN 1 Bima, Sri Rahmawati (27 tahun) ibu dua anak dari Desa Pesa, Jamaludin (50 tahun),dan Ibrahim (70 tahun).

Korban digigit anjing pada bagian kaki, paha, tangan, pantat, dan pantat. Hanya Ibrahim yang terkena gigitan di bagian kaki dan wajahnya. Semua korban langsung ditangani dokter dan perawat Puskesmas Wawo dengan anti radies, mencuci bagian luka dengan sabun, dan hal-hal yang diperlukan. “Semua pasien yang terkena gigitan dibersihkan dengan dan disabun hingga bersih. Paling tidak tindakan awal ini bisa menghilangkan 80 persen bahaya rabies yang dialami pasien,” ujar Ibnu Zubair, S.Kep di Puskesmas Wawo, Selasa.

Peristiwa digigit anjing seperti ini, terangnya, memang dapat membahayakan korban apabila tidak ditangani dengan cepat dan baik, terutama jika anjing itu terinfeksi rabies dan merupakan jenis yang sensitif serta ganas.

Dalam beberapa kasus, gigitan anjing yang tidak parah bisa diobati sendiri dengan menggunakan obat-obatan yang banyak tersedia. Namun, dalam kasus yang parah, digigit anjing memerlukan perawatan medis segera. Termasuk tindakan membersihkan luka dengan sabun.

Herman warga Desa Maria mengaku kaget anaknya menjadi korban keganasan anjing, padahal dirinya juga memiliki anjing piaraan. Dia berjanji akan menyerahkan penangan anjingnya untuk ditangani oleh UPT Dinas Kehewanan, meski bukan anjinya yang menggigit warga, tetapi dengan terjadi insiden anaknya menjadi korban dirinya tak ingin lagi memelihara anjing untuk menjaga kebun dan tegalannya.

“Mau diapakan anjing saya terserah petugas agar tidak ada lagi korban. Saya juga heran kenapa anjing-anjing itu berubah menjadi ganas yang menggigit warga, termasuk anak saya,” katanya sedih melihat kaki anaknya terluka,” katanya.

Saat bersamaan korban mendapatkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bima yang sedang menyerahkan bantuan bagi pasien yang rawat inap di Puskesmas Wawo, Puskesmas Sape, dan Puskesmas Lambu. Sepuluh warga mendapatkan bantuan senilai Rp300 ribu/pasien. Anak-anak yang terkena gigitan anjing juga mendapatkan bantuan itu dan langsung diserahkan

Ketua Baznas Kabupaten Bima, H Abubakar Usman, BA, bersama pejabat dari Kementerian Agama Kabupaten Bima, Drs Akbar, bendahara Baznas, Nur Hidayah. (NAS)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top