Hukum & Kriminal

Densus 88 Tangkap Enam Terduga Teroris Asal Bima

ilustrasi

Kota Bima, Bimakini.- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Terorisme kembali  menangkap enam orang terduga jaringan terorisme di wilayah Bima Sabtu (30/11). Informasi yang dihimpun media ini, penangkapan keenam terduga ini dilakukan sejak pukul 06.00 Wita hingga pukul 11.20 Wita.

Penangkapan dilakukan pada sejumlah wilayah hukum Polres Bima Kota maupun wilayah Polres Bima Kabupaten.

Keenam terduga tersebut masing-masing berinisial MZ, IF, OW, AS, AG dan MR. Semuanya tercatat berdomisi di Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima. IM diketahui ditangkap di rumahnya Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima.

Sementara terduga kedua IF awalnya dikejar petugas sejak di Kelurahan Matakando hingga tertangkap di BTN Penatoi. Terduga ketiga OW, ditangkap di Kecamatan Sape tepatnya dikawasan pasar sape. Terduga keempat AS ditangkap dalam perjalanannya menuju sumbawa, lantaran terduga diketahui warga asli Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat.

Terduga kelima berinisial AG digelandang Densus di jalan utama Kelurahan Rontu Kecamatan Raba Kota Bima dan terduga terakhir MR, ditangkap di pertigaan Masjid Baitul Hamid Kelurahan Penaraga.

Usai keenamnya ditangkap, kemudian digelandang menuju Mako Bataliyon C (Bima) Sat Brimobda NTB dan dibawa  menuju Mataram atau ke Polda NTB pada Sabtu sore hari mengunakan lima unit kendaraan roda empat.

BimaEkspres mencoba mengonfirmasi terkait penangkapan ini melalui Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono, SIk, SH. Namun menyarankan menghubungi Kapolda NTB.

“Nanti mau dirilis oleh Pak Kapolda,” ujar singkat Kapolres menjawab media ini via akun What’s App Ahad  (1/12) sore.

Media inipun langsung mengkonfirmasi ke Kabid Humas Polda NTB, Komisaris Besar Purnama, S IK Ahad sore. “Untuk masalah teroris saya belum dapat info.  Mungkin nanti ada rilis dari Jakarta,” ujar mantan Kapolres Dompu itu. (IKR)

Share
  • 784
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top