Olahraga & Kesehatan

Jumlah  Warga Kabupaten Bima Terjangkit HIV – AIDS 129 Orang

Kabid Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dikes Kabupaten Bima, Rifa’i, M. Ap

Bima, Bimakini.- Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima mulai tahun 2010 hingga 2019, sebanyak 129 warga Kabupaten Bima terjangkit HIV – AIDS.

Kabid Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dikes Kabupaten Bima Rifa’i, M. Ap mengatakan, selama 10 tahun yakni mulai tahun 2010 hingga 2019, ada 129 Orang Dengan HIV – AIDS (ODHA) di Kabupaten Bima. Dengan rincian, 18 orang menderita HIV dan 111 orang menderita AIDS. “Total yang sudah kategori AIDS lebih banyak dibanding HIV,” ujar Rifa’i melalui selulernya, Senin (2/12).

Kata Rifa’i, dari sejumlah penderita HIV – AIDS, sebagian besarnya terjangkit melalui hubungan badan pasangan yang berganti-ganti. Termasuk juga berhubungan dengan sesama jenis atau homo. “Kebanyakan terinfeksi karena berhubungan badan. Kalau infeksi lewat jarum suntik minim,” katanya.

Dia merincikan, data mulai tahun 2010 hingga 2019 mengambarkan, jumlah penderita AIDS tahun 2010 sebanyak 4 orang, tahun 2011 sebanyak 11 orang, tahun 2012 sebanyak 6 orang, tahun 2013 sebanyak 7 orang, tahun 2014 sebanyak 9 orang, tahun 2015 sebanyak 7 orang, tahun 2016 sebanyak 16 orang, dan tahun 2017 sebanyak 16 orang. “Lalu tahun 2018 itu ada 21 dan tahun 2019 sebanyak 14 orang,” ungkapnya.

Kemudian kata dia, jumlah penderita HIV mulai 2010 sampai 2019 sebanyak 18 orang. Dengan rincian, tahun 2016 sebanyak 1 orang, 2017 sebanyak 4 orang, 2018 sebanyak 6 orang dan 2019 sebanyak 7 orang. “Penderita HIV itu ada mulai tahun 2016 sampai 2019. Kalau tahun 2010 sampai 2015 berdasarkan data kami tidak ada,” jelasnya.

Lanjutnya, HIV – AIDS pada dasarnya bisa tertular kepada orang lain melalui 3 cara. Yakni berhubungan badan, penggunaan jarum suntik secara bergantian dan dari ibu ke anak melalui proses hamil dan melahirkan. “Untuk di Kabupaten Bima kebanyakan karena kerhubungan badan dengan pasangan yang berganti-gantia,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Bima yang merasakan gejala-gejala terjangkit HIV – AIDS agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan.  “HIV itu baru berupa gejala yang bisa disembuhkan. Tapi kalau sudah AIDS sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan, hanya saja obat untuk bertahan hidup saja,” terangnya.

Selama ini kata Rifa’i, pihaknya rutin melakukan sosialisasi dan upaya pencegahan di semua wilayah yang ada di Kabupaten Bima. Bahkan di seluruh puskesmas sudah ada Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menangani hal tersebut, yang terdiri dari dokter dan perawat.

Hanya saja, kendala di lapangan yaitu banyak masyarakat yang menyembunyikan diri atau tertutup soal penyakit tersebut, sehingga sulit diidentifikasi. “Masyarakat cenderung tertutup soal ini. Makanya sulit diidentifikasi,” papar Rifa’i.

Dia menambahkan, di Kabupaten Bima juga telah dibentuk Komisi Penanggulangan AIDS, yang diketua oleh Sekda Kabupaten Bima. Mereka bertugas mengkoordinasikan penanggukangan AIDS di daerah. “Terimakasih kami sampaikan kepada Bupati Bima yang telah berperan aktif dalam penanggulangan AIDS di Kabupaten Bima,” tutupnya. (KAR)

Share
  • 28
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top