Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Wagub NTB dan Bupati Bima Panen Raya Garam

Wagub NTB saat mengikuti panen raya garam di Daru.

Bima, Bimakini.- Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah besama Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Ir Hj Nurma, MSi, panen raya garam di Desa Daru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima,  Ahad (8/12). Panen ini sebagai upaya meningkatkan kualitas menuju swasembada garam.

Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma, MSi mengatakan, panen raya garam tahun ini dilakukan di So Sancara Desa Daru. Tahun sebelumnya panen raya di tiga wilayah, yaitu di So Toro Naga, Ompu Hima dan Toro Pua.

“Dari 4 So di Desa Daru, hanya so Sancara ini paling kecil lahannya, yaitu 17 hektar dengan hasil produksi 120 ton per musim,” jelasnya.

Sementara di tiga lokasi sebelumnya, kata dia, hasil produksi garam per hektar yaitu 150 ton. Itu untuk satu siklus mulai bulan Juni hingga November.

Kualitas yang dihasilkan pada produksi garam ini, yaitu kualitas K2 dan K1. Sementara petani yang diberikan bantuan plastik geoisalator hanya 10 persen, itupun diperuntukkan untuk pengaturan mengalirkan air ke petak produksi garam.

“10 persen untuk petani mendapatkan bantuan plastik geoisalator itu berdasarkan prosedur dari pusat, sebagai uji coba untuk mendapatkan kualitas garam yang lebih bagus,” katanya.

Nurma berharap pada Pemerintah Pusat, agar memperhatikan bantuan peralatan produksi garam.  Agar mutu garam lokal bisa dipertahankan dan dikembangkan kualitas garam produksi rakyat.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

“Kami berharap ada program dari Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kualitas produksi garam supaya bisa ada nilai jual di pasar luar,” ujarnya.

Dia mengaku, harga garam lokal belum maksimal sampai saat ini. Itu semua karena stok garam Nasional sangat tinggi bahkan melebih 8 juta ton.

“Pedagang dari pulau Jawa maupun dari Bima sudah tidak membeli garam lokal, karena memprioritaskan untuk menghabiskan stok garam dari pulau Jawa yang masih ada sampai sekarang,” ujarnya.

Nurma juga mengaku, untuk harga garam lokal, pihaknya intens berkomunikasi dengan pemerintah Provinsi dan Pusat.  Agar tetap memperhatikan harga garam lokal yang saat ini belum mampu mensejahterakan petani garam. (MAN)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima gelar Sosialisasi Daerah (Sosda) Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR), Kamis (14/5). Kegiatan di aula...

Politik

Bima, Bimakini.- Warga, baik anak muda dan emak-emak di Desa Talabiu antusias menghadari siraturrahmi Pasangan paket dr H Irfan – H Herman Alfa Edison...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Janji Bupati Bima, Hj Indah Dhmayanti Putri menaikan harga garam Rp 500 per kg.  Janji  itu disampaikan dihadapan petani garam Desa Talabiu,...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima, Ir Hj Nurmah siap mempertaruhkan jabatan jika tidak mampu meningkatkan harga garam. Dia akan...

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Puluhan massa aksi tergabung dalam gerakan Himpunan Masyarakat Petani Garam kembali menuntut Pemda Bima menstabilkan harga garam. Aksi dilakukan diperempatan Desa Talabiu,...