Politik

Cakades Nomor 2, Minta Hasil Pilkades Leu Dievaluasi

Suasana audiensi Cakades Nomor 2 dengan DPMDes Kabupaten Bima, Rabu.

Bima, Bimakini.- Hasil Pilkades Leu, Kecamatan Bolo, rupanya dipersoalkan, karena ada dugaan kecurangan. Adanya pemilih desa lain yang memberikan hak suaranya.

Atas dugaan itu, Cakades Nomor 2, Muhammad Guntur dan simpatisannya mendatangi DMPDes Kabupaten Bima.  Guntur ditemani penasehat  hukumnya, Kurniawan.

Pihak keamanan ikut mengawasi audiensi tersebut yang dipimpin oleh Kabag Ops Res Kabupaten Bima dan Kota. Juga dihadiri oleh Kapolsek Bolo, Rabu (8/1/2020).

Muhammad Guntur menganggap adanya kecurangan serta kejanggalan yang dilakukan oleh Panitia Pilkades Leu. Paling menonjol, kata dia, ada salah satu warga atas nama  F yang telah melakukan pencoblosan di Desa Kananga dan Desa Leu.  “Sedangkan  Fatimah juga memiliki nomor NIK yang berbeda,” ujarnya.

Selain itu, warga atas nama  NA, awalnya warga Leu, namun sudah memiliki surat pindah di Desa Sondosia, bahkan memiliki KK di desa setempat. Namun mendapatkan surat undangan untuk mencoblos di Desa Leu, juga dengan nomor NIK yang berbeda.

Pengacara Muhammad Guntur, Kurniawan, menyampaikan, apa yang menjadi gugatan kliennya memang benar faktanya. Untuk  itu, BPMDes perlu melakukan klarifikasi.

Pasalnya, kata dia, hal ini sudah membuat resah warga, terutama pihak pendukung Nomor 2. “Sehingga simpatisan dan keluarga Muhammad Guntur melakukan aksi unjuk rasa,” ujarnya.

Kata dia, hasil rekap yang bersumber dari panitia bahwa ada kelebihan DPT 66 suara dan kertas suara 600 lembar. Sudah jelas ada kejanggalan atau kecurangan yang dilakukan oleh Panitia Pilkades Leu.

Kabid Pemdes DPMDes Kabupaten Bima, El Faisal, SEI, MM, menyampaikan,  pihaknya akan segera melakukan evaluasi dengan Panitia Pilkades Leu dalam waktu dekat. “Serta akan sesegera mungkin diagendakan. Yakni sesuai dengan permintaan Cakades Leu nomor urut 2,” ujarnya.

Salah satu pendukung Cakades Nomor 2, Samsul Setiawan, menegaskan, jika persoalanan ini tidak ditindak lanjuti secara cepat, maka akan ada aksi susulan. (KAR)

Share
  • 69
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top