Hukum & Kriminal

Dua Warga Ngali Ditebas dengan Parang

Salah satu korban yang dirawat.

 

Bima, Bimakini.-  Dua warga  Desa Ngali, harus mendapat penanganan medis, karena mengalami luka tebas, Ahad (19/1) sekitar pukul 21.30 Wita. Pelaku adalah warga desa yang sama.

Korban adalah Junaidin (46) dan Mahfud  alias Ama Loa. Pelakunya adalah Habe Yusuf (26). Keduanya mendapat penanganan medis.

Kapolsek Belo, IPTU I Kadek Sumarta, SH, membenarkan adanya tindak pidana penganiayaan yang terjadi di depan rumah korban Mahfud alias Ama Lou di RT 20 RW 05 Desa Ngali. Pelaku menebas korban dengan senjata tajam,  sehingga jari tanga Junaidin  putus. “Sementara Mahfud (48) mengalami luka di bagian kaki akibat ditebas,” jelasnya.

Kata dia, kejadian penganiayaan itu berawal dari pelaku yang bernama Habe Yusuf mendatangi rumah korban Mahfud. Korban sedang duduk di depan rumahnya.

“Pelaku langsung membacok kaki kiri dan kaki kanan  Mahfud dengan menggunakan parang,” katanya.

Tiba-tiba datang Jainudin ke rumah Mahfud, namun justru menjadi korban pembacokan lagi.

“Korban Jainudin dilarikan ke rumah sakit umum Bima untuk mendapatkan perawatan medis, sedangkan Mahfud dilakukan tindakan medis di Puskesmas Woha,” ujarnya.

Atas kejadian itu, Kadek sudah mengimbau kepada keluarga korban dan masyarakat agar menyerahkan penanganannya ke kepolisian.

“Saya berharap keluarga korban dan masyarakat untuk menyerahkan penanganan kasus pada polisi, jangan sampai menimbulkan masalah baru di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” harapnya. (MAN)

 

Share
  • 4.1K
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top