Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Musim Hujan, Kok Malah Bima-Dompu Panas Menyengat?

Bima, Bimakini.- Fenomena langka diawal tahun 2020 ini dimana pada saat puncak musim penghujan, malah hujannya menghilang hingga sebagian besar wilayah Bima – Dompu dilanda kekeringan.

Tak pelak, kondisi inipun membuat keresahan bagi masyarakat Bima dan Dompu terlebih para petani.

Penyebabnya disebutkan Kapoksi Operasional Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bima, Supriadin SP ada beberapa faktor. Terlebih secara klimatologis bulan Januari merupakan puncak musim hujan untuk wilayah Bima dan Dompu.

“Pertama, Adanya wilayah kering di Indonesia akibat dari aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) fase subsiden atau kering sehingga di wilayah subsiden akan mengalami kekurangan pertumbuhan awan-awan konvektif termasuk wilayah Pulau Sumbawa,” jelasnya kepada media ini Rabu (29/1).

Faktor lainnya, adanya aktifitas gangguan angin di permukaan pada dasarian II Januari 2020 yang disebut sebagai Monsoon break atau Jeda Monsun. Hal tersebut didukung pula oleh aktifnya angin timuran dalam waktu singkat di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (khususnya Bima-Dompu) pada dasarian II Januari 2020.

“Hal tersebut menyebabkan melemahnya angin daratan sehingga pertumbuhan awan-awan konvektiv berkurang di wilayah Bima dan Dompu, Pasokan uap air sedikit diakibatkan oleh mendinginnya suhu muka air laut di wilayah Selatan Indonesia khususnya Wilayah Bima dan Dompu,” katanya.

Kata dia, kondisi seperti ini diprediksi berlangsung hingga akhir Januari 2020, awal Februari diprakirakan kondisi atmosfer akan kembali basah.

“Peta Prakiraan Curah Hujan Bulan Februari 2020, khususnya wilayah Nusa Tenggara Barat menunjukkan secara umum kondisi curah hujan wilayah Bima dan Dompu berada pada kategori menengah (151-200 mm),” jelasnya.

Wilayah dengan prakiraan curah hujan rendah (101-150 mm) berada pada wilayah Sape dan Lambu bagian barat. Sedangkan untuk wilayah dengan kategori tinggi (201-300 mm) yaitu terdapat pada wilayah Madapangga dan Huu. Sedangkan untuk prakiraan sifat hujan wilayah Bima dan Dompu adalah bervariasi.

“Untuk wilayah Kabupaten Dompu sifat hujan berada pada kategori normal (N)-atas normal (AN), wilayah dengan kategori sifat hujan Normal (N) tersebar di kecamatan Manggalewa, Kempo, Dompu, Kilo, Woja, pajo, dan wilayah dengan kategori hujan Atas Normal (AN) tersebar di kecamatan Huu dan Pekat,” sebutnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Sementara Kota Bima berada pada kategori sifat hujan Bawah Normal (BN)-Normal (N), wilayah di Kota Bima berada pada kategori sifat hujan Bawah Normal (BN) tersebar di Kecamatan Raba, Rasanae Timur, Asakota, sedangkan wilayah dengan kategori sifat hujan Normal (N) tersebar di kecamatan Rasanae Barat dan Mpunda.

Wilayah Kabupaten Bima berada pada kategori sifat hujan Bawah Normal (BN) -Atas Normal (N).  wilayah di Kabupaten Bima berada pada kategori sifat hujan Bawah Normal (BN) tersebar di Kecamatan Sape, Wawo, Wera, Ambalawi, Lambu, wilayah dengan kategori sifat hujan Normal (N) tersebar di kecamatan Monta, belo, Bolo, Woha, Donggo Langgudu, Madapangga, dan wilayah yang bersifat Atas Normal berada di Kecamatan Sanggar.

“Bulan Februari 2020 diprakirakan kondisi atmosfer di wilayah Bima dan Dompu akan kembali basah sehingga kondisi curah hujan diprakiraan akan kembali normal pada pertengahan Februari 2020,” jelasnya.

Wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intesitas sedang hingga lebat berada di wilayah Pesisir Selatan (Huu, Dompu, Madapangga) dan pesisir utara (Tambora, Sanggar, Pekat bagian barat) sedangkan wilayah yang di prakiraan intensitas hujan ringan berada di wilayah Wera dan lambu bagian Timur.

“Masyarakat dihimbau agar selalu memperhatikan informasi cuaca khususnya informasi peringatan dini cuaca ekstrem wilayah Bima dan Dompu,” jelasnya. (MAN/IKR)

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

Oleh : Afriyas Ulfah,SST (Forecaster and Observer Iklim BMKG NTB) Pada akhir bulan Maret 2021 Stasiun Klimatologi Lombok Barat NTB telah melakukan diseminasi informasi...

Opini

Oleh : Afriyas Ulfah,SST ( Observer dan Forcaster Iklim BMKG NTB) Masih sangat hangat perbincangan tentang Siklon Tropis “Seroja” yang menghantam wilayah Nusa Tenggara...

Opini

Oleh : Anas Baihaqi, S.P. (Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat) Jika diterjemahkan secara bebas, yang dimaksud dengan “new normal” atau kenormalan yang baru,...

Opini

Oleh : Anas Baihaqi, S.P Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat  Potensi kejadian cuaca ekstrim pada periode Musim Hujan 2020/2021 ini memang masih sangat...