Opini

MEMBANGUN KARAKTER MASYARAKAT BELAJAR

Oleh: Muhammad Ali, MM. (Dosen STIE Bima)

Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang mengalami ketegangan organisasi maupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah secara ekonomi. Sedangkan, menurut M. J. Herkovits masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu. Secara umum, masyarakat adalah sekumpulan individu-individu yang hidup bersama.

Masyarakat yaitu sekumpulan orang yang terdiri dari berbagai kalangan dalam satu wilayah memiliki hukum serta berbagai peraturan untuk ditaati. Istilah masyarakat berasal dari Bahasa Arab “Syaraka”. Syaraka yang artinya ikut serta (Berpartisipasi). Sedangkan, dalam Bahasa Inggris masyarakat disebut dengan “Society” yang dapat diartikan sebagai interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan.

Masyarakat memiliki keberagaman sosial. Setiap individu yang terdapat dalam suatu kelompok masyarakat memiliki keberagamansosial. Seperti tingkat pendidikan, status sosial, dan ekonomi. Memiliki perbedaan suku, bahasa, budaya maupun adat istiadat. Yang semuanya merupakan satu kesatuan keberagaman yang terdapat dalam suatu lingkungan masyarakat. Setiap individu masyarakat dapat hidup rukun dan harmonis dalam “bingkai keberagaman”.

Memiliki pola sikap. Individu maupun kelompok masyarakat memiliki pola sikap tertentu. Pola sikap terbentuk dari faktor kepribadian (personality) dan lingkungan (environment). Faktor-faktor kepribadian seperti latar belakang keluarga, tingkat pendidikan, dan gender dapat membentuk sikap individu masyarakatnya. Demikian pula dengan lingkunganyang juga dapat mempengaruhi pembentukan sikap atau pola sikap. Semakin baik faktor kepribadian dan lingkungannya semakin baik pula sikap atau pola sikap yang terbentuk.

Memiliki pola perilaku. Selain memiliki pola sikap, suatu lingkungan masyarakat juga memiliki pola perilaku. Ada lingkungan yang mana individu masyarakatnya memiliki perilaku disiplin dan tidak mau membuang-buang waktu. Ada lingkungan yang memiliki perilaku hidup rapi dan bersih. Dan adapula lingkungan masyarakat yang memiliki budaya gotong-royong. Pola perilaku masyarakat juga dipengaruhi oleh budaya masyarakat yang berkembang yang diwariskan secara turun-temurun. Pola perilaku masyarakat tercermin dalam kehidupannya sehari-hari. Lingkungan masyarakat tertentu memiliki pola perilaku yang berbeda.

Pembentukan karakter. Sikap dan perilaku yang berkembang akan membentuk suatu karakter masyarakat. Secara tidak sadar sikap dan perilaku yang dimiliki akan membentuk suatu karakter masyarakat. Misalnya, individu-individu yang menganggap bahwa hidup rapi dan bersih itu penting akan berusaha untuk menciptakan suasana yang rapi dan bersih dalam kehidupannya sehari-hari. Sehingga perilaku itu akan menjadi suatu kebiasaan serta budaya hidup masyarakatnya. Yang menjadi karakter atau ciri dari lingkungan masyarakatnya. Penting bagi tiap individu untuk memiliki sikap atau perilaku positifserta produktif yang dapat membentuk karakter masyarakatnya.

Lingkungan masyarakat merupakan suatu organisasi yang terdiri dari individu dan kelompok.Yang memiliki struktur dan hirarki keorganisasian. Dimana individu dan kelompok di dalamnya memiliki rasa persatuan dan kesatuan. Memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap perkembangan kehidupan di lingkungan masyarakatnya. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari tiap individu dapat memelihara komunikasi dan hubungan baik antara sesamanya. Merasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakatnya.

Masyarakat merupakan lingkungan pendidikanyang kedua. Masyarakat merupakan lingkungan pendidikan yang paling besar. Dimana terdapat banyak sekali materi pendidikan dan pelajaran di dalamnya. Mulai dari pendidikan dan pelajaran keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Baik itu yang menyangkut idiologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, maupum keamanan. Apa saja yang ada dan terjadi di lingkungan suatu masyarakat sesungguhnya memiliki nilai-nilai pendidikan dan pelajaran bagi individu masyarakatnya.

Memberikan pendidikan dan pelajaran yang baik. Setiap individu masyarakat dapat berusaha untuk memberikan pendidikan dan pelajaran yang baik bagi sesamanya. Misalnya, menciptakan budaya mencintai hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan. Merawat dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan rapi. Dengan demikian, Ia telah memberikan pendidikan yang baik bagi sesamanya. Sikap dan perilaku tiap individu dapat saling pengaruh-mempengaruhi dan bernilai pendidikan pelajaran bagi sesamanya.

Menjadi individu atau kelompok masyarakat belajar. Masyarakat belajar adalah masyarakat yang suka dan mau belajar. Setiap individu dan kelompok dapat tumbuh dan berkembang menjadi masyarakat belajar. Membantu agar individu memiliki perkembangan dan pertumbuhan pribadi. Belajar untuk menciptakan hal-hal yang baru yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.

Karakter masyarakat belajar. Karakter masyarakat belajar tercermin dalam perilaku hidupnya sehari-hari yang senantiasa menciptakan suasana belajar. Dengan menciptakan rumah-rumah belajar, kelompok-kelompok belajar, taman-taman belajaratau lingkungan belajar. Menciptakan kondisi dengan membudayakan diskusi atau membiasakan diri dengan membicarakan hal-hal yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.

Segala hal yang terjadi dan ada di lingkungan sekitar pada dasarnya dapat menjadi sumber dan media belajar. Memiliki nilai pendidikan dan pelajaran bagi masyarakat. Individu masyarakat dapat belajar serta mengambil pelajaran darinya. Tidak menganggap bahwa apa yang ada dan terjadi merupakan hal yang tidak berguna tapi dapat mengambil pelajaran.

Masyarakat belajar mau menciptakan perubahan. Masyarakat belajartanggap terhadap segala perubahan perubahan yang terjadi. Tidak hanya menerima perubahan tetapi mau mengikuti dan menciptakanya. Dan tidak menolak atau menentang perubahan. Perubahan walaupun beresiko dan memberikan ketidakpastian seperti ketidakpastian ekonomi, sosial, budaya dan lainnya. Tetapi dapat menciptakan dampak perubahan yang lebih besar bagi kemaslahatan dan kesejahteraan kehidupan masyarakat.

Menciptakan perubahan berarti mengubah sikap dan perilaku. Setiap perubahan yang terjadi disadari atau tidak akan berdampak pada perubahan sikap dan perilaku. Karena yang dikehendaki adalah adanya perubahan sikap dan perilaku. Selain itu, suatu lingkungan masyarakat juga harus mampu menyesuaikan diri serta beradaptasi dengan perubahan. Setiap individu dapat bersikap bijak dalam menanggapi perubahan.

Perkembangan teknologi membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat. Seperti smart phone, android, gadjed, dan internet. Perubahan itu sebenarnya tidak diciptakan agar berdampak negatif. Kemajuan teknologi berdampak negatif karena adanya kesalahan penggunaan serta pemanfaatannya. Apabila teknologi itu dimanfaatkan atau digunakan dengan baik pasti akan berdampak positif bagi masyarakat. Masyarakat belajar bijak dalam memanfaatkan serta menggunakan teknologi. Mau belajar bagaimana cara menggunakan teknologi itu dengan baik.

Segala perubahan yang terjadi membutuhkan kemampuan beradaptasi dan penyesuaian diri. Oleh karena itu, tiap individu dapat belajar bagaimana Ia mampu menyesuaiakan dirinya. Serta beradaptasi dengan perubahan. Agar masyarakat tidak hanya menjadi objek perubahan serta tidak menerima begitu saja perubahan yang terjadi. Sehingga perubahan yang terjadi berdampak positif dan tidak berdampak negatif.

Perubahan dimulai dari individu. Perubahan besar dapat diciptakan dari akumulasi perubahan-perubahan kecil. Dengan memulainya dari perubahan-perubahan kecil. Dari individu-individu masyarakat. Tidak akan ada perubahan besar apabila tidak ada perubahan kecil. Setiap individu diharapkan dapat menjadi agen-agen perubahan (the agent of change). Yang dapat menciptakan perubahan yang positif bagi lingkungan dan masyarakatnya. Demi kemajuan dan kemaslahatan lingkungan dan masyarakat. Tiap individu dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan apa saja yang terjadi pada diri dan lingkungannya. Dan menjadi agen-agen perubahan.

Masyarakat belajar memiliki ciri atau karakteristik belajar. Senang dan suka belajar. Dapat menciptakan situasi dan kondisi belajar. Dapat belajar dari apa yang ada dan terjadi pada lingkungannya. Tidak bersikap apatis dan acuh terhadap peruabahan. Tetapi mau belajar bagaimana Ia dapat beradaptasi dan menyesuaikan dirinya lingkungan perubahan. Semoga kita semua dapat mejadi masyarakat belajar. Semoga bermanfaat!

Penulis adalah dosen STIE Bima

 

Share
  • 6
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top