Pemerintahan

Syarafuddin : Persoalan Rumah Relokasi Akan Dituntaskan

Komisi III DPRD Kota Bima saat meninjau proyek 2019.

Kota Bima, Bimakini.-  Persoalan air bersih, kondisi rumah relokasi yang rusak dan penuntasan pekerjaan penataan jalan dan drainase akan dituntaskan sesuai waktu. Hal itu dikatakan Kepala BPBD Kota Bima, Ir H Syarafuddin dikonfirmasi Bimakini.com, Selasa (14/1).

Sebelumnya sesuai hasil peninjauan Komisi III DPRD Kota Bima ditemukan sejumlah masalah dalam pembangunan rumah relokasi banjir di Oi Fo’o dan Kadole. Mulai dari belum tersedianya air bersih, fisik rumah tidak layak, pengerjaan drainase belum tuntas, serta listrik.

Kata Syarafuddin, untuk air bersih, sampai saat ini belum tersedia untuk rumah relokasi Kadole dan Oi Fo’o. Alasannya menunggu penyelesaian pengerjaan drainase dan pengerasan jalan lingkungan.

Namun untuk jaringan air bersih disetiap rumah relokasi sudah terpasang seluruhnya. Untuk sumber air kini dalam pengerjaan penuntasan pembangunan bak penampung dan pemasangan listrik untuk mesin air. “Kendalanya kemarin listrik, karena memang untuk mesin air butuh gardu tersendiri, tapi laporan terakhir segera akan dipasang oleh pihak PLN,” terang Syarafuddin.

Untuk rumah relokasi memang ada beberapa rumah yang saat ini sedang diperbaiki, khususnya pada bagian cor kanopi dan tiang emperan. Masalah itu diakuinya sedang diperbaiki seluruhnya dan memastikan akan diselesaikan sesuai waktu.

Pun untuk pekerjaan saluran drainase dan tanggul dalam lingkungan pemukiman akan terus diselesaikan. Begitupun sejumlah titik yang dinilai memang belum sesuai dengan harapan. “Semuanya akan dituntaskan, kan waktunya masih sampai tahun 2020 ini,” ungkap Syarafuddin.

Ditanyakan rencana relokasi korban banjir Januari 2020 ini? Diakui Syarafuddin belum bisa dilakukan,  jika melihat progres pekerjaannya. Namun untuk di Jatibaru sudah bisa ditempati. (DED)

Share
  • 13
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top