NTB

Wagub NTB Optimistis Raih Kembali WTP

Mataram, Bimakini.- Sudah delapan tahun berturut-turut, sejak tahun 2011, Provinsi NTB meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB. Hal ini disebabkan oleh Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang dinilai baik, sesuai dengan sistem akuntansi yang ditetapkan.

Untuk LKPD tahun 2019, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengaku optimis akan lebih baik. Sehingga, opini WTP dari BPK dapat kembali diraih.

Wagub yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Gita Aryadi, menyampaikan bahwa laporan pertanggungjawaban keuangan itu merupakan hal rutin yang dilakukan pemerintah setiap tahun.

“Proses evaluasi terhadap laporan keuangan itu juga rutin dilakukan,” kata Wagub saat menerima silaturrahim Kepala Badan Keuangan RI Perwakilan NTB, Hery Purwanto, di ruang kerjanya, Selasa (21/1/2020).

Untuk diketahui, pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah sebuah keniscayaan. Hal itu bisa dicapai sepanjang instansi pengguna APBN bisa memenuhi kriteria yang ditetapkan BPK.

Dalam website resmi BPK, www.bpk.go.id dijelaskan empat tahapan perolehan predikat WTP. Yakni, laporan keuangan harus sesuai standar akuntasi, kecukupan bukti, sistem pengendalian internal dan ketaatan perundang-undangan.

Di website tersebut dijelaskan bahwa pihak BPK melakukan tiga jenis pemeriksaan keuangan. Yaitu, pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.

Pemeriksaan keuangan dimaksudkan untuk memberikan opini, apakah laporan keuangan sudah disajikan secara wajar sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Sementara, pemeriksaan kinerja dimaksudkan untuk menilai apakah pelaksanaan suatu program atau kegiatan entitas sudah ekonomis, efisien dan efektif.

Lalu pemeriksaan dengan tujuan tertentu merupakan pemeriksaan investigatif untuk mengungkap adanya kecurangan (fraud) atau korupsi. Kemudian juga pemeriksaan lingkungan, pemeriksaan atas pengendalian intern dan lainnya. PUR

Share
  • 3
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top