Peristiwa

Anggota DPRD NTB Dapil 6, Komit Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Kota Bima, Bimakini.-Belasan anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI yakni Bima -Dompu, Kamis (13/2) menggelar diskusi publik dengan teman Membangun Bima, dibilangin Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Paruga Kota Bima.

Diskusi yang dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa hingga tokoh pendidikan, agama dan masyarakat tersebut, mendapat perhatian penuh hadirin lantaran dikemas dalam bentuk yang menarik. Dimana langsung menggandeng, Doktor Ibnu Khaldun sebagai sang moderator yang merupakan Rektor STKIP Tamsis Bima. Selain itu juga menghadirkan artis dangdut jebolan salah satu ajang pencarian bakat televisi Nasional.

Dalam dialog tersebut nampak sedikitnya enam anggota dewan Dapil VI, mulai dari Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Mori Hanafi, mantan Wawali Kota Bima Abdurrahman Abidin, Abdul Hafid, Ahmad Dahlan, Rayhan Anwar dan Abdul Rauf. Dialog ini juga sebagai Reses ini dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat dan membeberkan hasil kinerja selama menjabat.

Dalam pernyataannya, Mori Hanafi mengaku pihaknya selaku wakil rakyat dari Dapil Bima dan Dompu berkomitmen memperjuangkan semua aspirasi masyarakat. Khususnya terkait kesejahteraan dan kemajuan daerah. Mulai di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertanian, maupun infrastruktur.

Aspirasi tersebut kata dia, baik yang disampaikan langsung masyarakat, maupun yang disampaikan dalam kegiatan seminar. “Termasuk yang diwacanakan dalam diskusi-diskusi group WhatsApp. Kami berupaya memperjuangkan bagaimana Bima dan Dompu ini menjadi lebih baik,” katanya.

Lebih jauh dibeberkan Eks Calon Wakil Gubernur tersebut, saat ini sedang diwacanakan Rumah Sakit standar Provinsi di Pulau Lombok, dengan anggaran Rp200 miliar. Pihaknya tidak ingin di Bima dan Dompu tidak diperhatikan.

“Kita sudah minta Pemprov NTB merevitalisasi Rumah Sakit di Kota dan Kabupaten Bima jadi RS Provinsi. Bima ini tak tersentuh, maka itu seluruh anggota Dewan asal Bima mendeklarasikan agar RS Sondosia direvitalisasi menjadi RS Provinsi,” tandasnya.

Bahkan, kata Mori, pihaknya sudah mengajukan anggaran Rp100 miliar untuk revitalisasi RS Sondosia, sehingga pelayanannya dapat ditingkatkan.
“Nah agenda reses kami kali ini, fokus untuk diskusikan itu. RS Sondosia jadi RS Provinsi,” ungkapnya.

Sementara anggota DPRD NTB lainnya Abdul Hafid, menegaskan komitmen untuk terus berjuang mewujudkan aspirasi masyarakat Bima dan Dompu. Sehingga tidak terjadi diskriminasi dalam hal pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Kami akan komit dan concern dalam hal itu bapak dan ibu sekalian,” katanya.

Rayhan Anwar pun demikian. Sebagai salah satu anggota Banggar ini mengaku akan memperjuangkan anggaran untuk pembangunan dan masyarakat Bima dan Dompu. “Kedepan kami akan maksimalkan di badan anggaran,” imbuhnya.

Hal yang sama ditegaskan Abdul Rauf. Pihaknya sudah berkomitmen bekerja untuk mewujudkan aspirasi masyarakat.
Rauf mencontohkan terkait quota pengiriman sapi yang dibatasi. Diakui, pihaknya sudah menyampaikan ke Gubernur NTB. Dan gubernur sudah membuka kembali quota yang sebelumnya dibatasi.

“Karena kami paham dan tau bahwa bapak ibu sudah ambil pinjaman bank untuk penggemukan sapi. Kami semua sudah berkomitmen untuk bersama-sama memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Dilanjutkan anggota dewan lain Ahmad Dahlan, menyampaikan apresiasi yang luar bisa terkait kreatifitas masyarakat bima, seperti tenunan. Kata dia, masyarakat Bima sangat kreatif dengan berbagai hasil kain tenunan yang khas.

“Dan, ini diapresiasi oleh gubernur. Bahkan, seluruh anggota dewan memberikan jempol atas kreatifitas kita. Jadi, harus kita pertahankan dan bila perlu akan kami buat lebih maju lagi,” tuturnya.

Arrahman H Abidin menyampaikan komitmen yang sama. Anggota Komisi IV yang antara lain membidangi infrastruktur ini mengatakan, anggota dewan Dapil VI adalah orang-orang pilihan terbaik.

“Perwakilan Dapil VI ini allhamdulillah orang-orang pilihan dan berkualitas. Bagaimana harapan kita bersama, mampu kami perjuangkan menjadi harapan yang terwujud, untuk mendukung percepatan pembangunan di Bima,” terangnya.

“Kami berenam ini bersatu. Perbedaan Parpol dan perbedaan lainnya, kami kesampingkan dulu. Bagaimana kami memikirkan untuk daerah kita. Mohon doa restu, mudah-mudahan kami sehat dan mampu perjuangkan sesuai Tupoksi bidang masing-masing,” tutur adik mantan Wakil Walikota Bima ini. (IKR)

Share
  • 22
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top