Hukum & Kriminal

Kades Sondosia Dilaporkan ke Polisi Soal Dugaan Suap Tanah

Pemuda sondosia yang melaporkan Kades atas dugaan suap pembebasan lahan.

Bima, Bimakini.- Diduga terlibat kasus suap menyuap dengan tim Apraisal pengadaan tanah fasilitas kepemudaan dan olahraga tahun 2019 senilai Rp 170 juta, Kepala Desa (Kades) Sondosia diadukan oleh Aliansi Pemuda Peduli Desa ke Polres Bima.

Pemuda setempat, Husni mengatakan, dasar laporan pengaduan tersebut disampaikan karena adanya kejanggalan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sondosia dalam pengadaan lahan sarana dan prasarana kepemudaan dan olahraga. Menurutnya, pengadaan tanah itu dilakukan sepihak oleh kepala desa, tanpa melibatkan aparaturnya.

“Aparatur yang berwenang tidak dilibatkan, Kades juga tidak transparan dalam membentuk panitia tim Apraisal sebagai penilai harga tanah,” ujarnya.

Kata dia, laporan ini sebagai bentuk respon pemuda terhadap tindakan Kades yang tidak transparan. “Ini sebagai bentuk respon kami sebagai pemuda,” katanya.

Husni berharap, pihak kepolisian  segera mengusut tuntas kasus tersebut. Agar oknum yang diduga terlibat dapat dijerat sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Harapan kami segera diusut, sehingga dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi masyarakat lebih khususnya pemerintah desa agar tidak semena-mena dalam mengemban amanah negara,” harapnya.

 

Kanit Tipidkor Polres Bima IPDA. Hari Purwono membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini sedang dilimpahkan ke Kasat Reskrim untuk didisposisikan.

“Sedang kami tindak lanjuti laporan itu,” ujarnya, Rabu (12/2).

Sementara itu, Kepala Desa Sondosia Jauhari Irfani membantah jika dirinya terlibat suap menyuap dalam pengadaam tanah fasilitas kepemudaan dan olehraga senilai Rp. 170 juta itu. “Tidak ada suap menyuap. Tidak benar itu,” ujarnya.

Kata dia, pengadaan tanah itu dilakukan oleh tim Apraisal yang telah ia bentuk. Dan tanah yang dimaksud sudah dibeli. “Tanah sudah dibeli. Tinggal ganti nama sertifikat,” katanya.

Kendati demikian, dia mengakui jika tidak melibatkan Kasi Kesra. Harusnya  menjadi kewenangan Kasi Kesra sesuai bidangnya. Namun dia sudah meminta maaf. “Saya sudah jelaskan dan minta maaf sama Kasi Kesra,” ungkapnya.

Kemudian kata dia, soal laporan yang dilakukan oleh kelompok pemuda itu, akan kooperatif dan mengikuti proses hukumnya.

“Karena sudah dilaporkan, kita ikuti saja,” tandasnya. (KAR)

Share
  • 265
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top