Politik

Pemuda Samili Hadang  Rombongan  Kunker yang Dianggap Ajang Kampanye

Susana saat penghadangan rombongan Bupati dan Wakil Bupati Bima di Desa Samili, Selasa.

Bima, Bimakini.- Usai bertatap muka dan menyerap aspirasi masyarakat di halaman Masjid Raya Desa Samili Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, rombongan kendaraan Pemerintah Kabupaten Bima, yang melaksanakan kunker tersebut ditahan beberapa pemuda setempat saat melintas Selasa (11/2) sekitar pukul 17 00 WITA.

Pantauan Bimakini.com, mobil rombongan Bupati Bima yang didampingi Wakil Bupati Bima, Sekda Bima serta Kepala OPD dan  Camat Woha, tertahan tepat di jalan depan lapangan Desa Samili. Seorang pemuda  merentangkan tangan di jalan.

Mobil Patwal dan Mobil EA 1 tidak ditahan, namun hanya kendaraan Wakil Bupati Bima, Drs H Dahlan M Noer, MPd. Pemuda itu bernama Alex.

Dia  meminta berdialog dengan Bupati Bima. Namun karena kendaraan  bupati sudah pergi, sehingga ditemui Wakil Bupati Bima.

Alex  menolak kunjungan kerja pemerintah  di Desa Samili. Sebab dinilainya sebagai ajang kampanye.

Wabup Bima, Dahlan, menjelaskan, jika kunker bukan kampanye, tapi menyerap aspirasi dan berdialog  dengan masyarakat. Bahkan tegasnya,   kegiatan serupa dilakukan tiap tahunnya.

“Ini adalah kunker pemerintah ke desa-desa, setiap awal tahun pasti begini, bukan kampanye sebagai calon Bupati dan wakil Bupati Bima,” jelas Dahlan.

Dialog tidak berangsur lama. Alex yang berada di badan jalan, mengijinkan rombongan melanjutkan perjalanan.

Sementara Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, merespon biasa penghadangan itu. Dia menilai itu hal biasa, membuktikan bahwa masyarakat sayang  dengan kepemimpinanya.

“Kita menghargai aspirasi masyarakat. Kalau berdialog dimana saja boleh, tapi harus dengan cara yang baik supaya aspirasi atas nama masyarakat tersalurkan dengan baik,” ujarnya.

Dia menegaskan, kunker ke desa-desa itu adalah program yang sudah terpusat, dan dijalankan setiap tahun. “Kami hadir atas nama Pemerintah Daerah, bukan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Bima, belum ada yang namanya calon, karena belum ada penetapan oleh KPU,” tutupnya. (MAN)

Share
  • 1.1K
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top