Olahraga & Kesehatan

Tidak Punya Biaya, Warga Sanolo Ini tidak Hanya Lumpuh, Tapi  Didiagnosa Patah Tulang

Muhlis saat mendapat perawatan.

Bima, Bimakini.- Derita yang dialami Muhlis (23) warga RT 21 Dusun Muku Desa Sanolo Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, NTB, rupanya belum berakhir. Setelah beberapa bulan mengalami lumpuh dibagian kaki hingga pinggang. Kini Muhlis didiagnosa alami patah tulang ekor.

Kini dia harus terbaring kaku menunggu keajiaban untuk mendapatkan kesembuhan. Dia tidak memiliki biaya pengobatan.

Salah seorang kerabat Muhlis, Agus Setiawan, mengaku sedih dengan kondisi Muhlis saat ini, karena keterbatasan biaya, saat ini mengandalkan perawatan medis yang kurang maksimal dari tim medis yang datang ke rumah sembari menunggu keajiaban tuhan.

“Muhlis sangat mengharapkan perhatian semua pihak untuk mendapatkan biaya pengobatan. Sehingga bisa menjalani pengobatan medis secara maksimal yakni dirawat di RSU Mataram atau Bali,” ujar Agus, Ahad (9/2).

Kata Agus, sebelumnya Peria yang lahir 10 Oktober 1996 silam itu pernah dibawa ke RSUD Bima untuk menjalani perawatan medis, namun karena keterbatasan alat dirujuk Rumah Sakit Umum (RSU) Mataram. Karena kendala biaya, pemuda asal Dusun Muku itu dipulangkan kembali sembari menjalani pengobatan secara tradisional dan perawatan medis sealakadarnya.

“Muhlis pernah diobati secara medis. Karena kondisi ekonomi lemah terpaksa dikeluarkan di rumah sakit,” tuturnya.

Kondisi Muhlis saat ini semakin parah akibat tidak bisa bergerak, lanjut dia, semua aktivitas tidak bisa dilakukan sendiri tapi harus dibantu orang lain. Akibat terlalu lama baring, bagian pantatnya infeksi hingga membusuk.

“Saat ini tidak saja lumpuh yang dialami Muhlis. Tapi ada penyakit lain menyerangnya yakni patah tulang ekor,” ungkapnya sedih.

Cerita Agus, Muhlis merupakan bungsu dari tiga bersaudara, sedangkan bapaknya sebagai buruh tani dan ibu jual bakulan.

“Muhlis dan keluarga hidup dibawah garis kemiskinan. Jangan untuk biaya berobat, untuk menyambung hidup sehari hari maish jauh dari cukup,” terangnya.

Agus berharap, semoga ada pemerhati yang mau membantu untuk meringankan beban di alami Muhlis. Sehingga apa yang dideritanya bisa hilang dan tidak dirasakan lagi.

“Kita harap pemerintah mau membantu Muhlis. Sehingga bisa menjalani pengobatan secara medis,” ujarnya.

Jika ada pemerhati yang mau membantu, dirinya menyampaikan bisa menghubungi kontak person 0877-5929-4882.

“Bagi siapa saja yang mau membantu Muhlis. Tolong hubungi nomor diatas,” tutupnya. (KAR)

Share
  • 1.9K
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top