Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Diduga Bermasalah, ADD di Tujuh Desa Ditelurusi Polisi

Tim Tipidter Polres Bima Kota saat mengecek proyek pada salah satu desa di kabupaten Bima.

Bima, Bimakini.- Sedikitnya tujuh Desa yang ada di Kabupaten Bima, mulai dilidik tim Tipidter Polres Bima Kota, lantaran diduga kuat terjadi masalah dalam pekerjaan sejumlah proyek yang digunakan dari Anggaran Dana Desa (ADD).

“Rata-rata yang kita lidik ini adalah untuk anggaran tahun 2017 dan 2018 lalu. Di tujuh desa ini kita sudah turun semua,” beber Kapolres Bima Kota melalui Kasat Reskrim, IPTU Hilmi Manossoh Prayugo S Ik kepada media ini diruangannya, Kamis.

Ketujuh desa yang dimaksud papar Hilmi seperti Desa Bala Kecamatan Wera, Desa Tawali Kecamatan Wera, Desa Oi Tiu Kecamatan Wera, Desa Tala Piti Kecamatan Ambalawi, Desa Kole Kecamatan Ambalawi,
serta satu desa di Kecamatan Langgudu, yakni di Desa Waduruka.

“Yang kami lidik dan dapat laporan di masyarakat ini rata-rata di Kecamatan Wera dan Ambalawi. Satu desa di Langgudu ini kan sudah lama dan sudah masuk tahap penyidikan,” terang Kasat Reskrim.

Dari ketujuh desa yang disebutkan Hilmi, lima desa sudah mereka rekomendasikan ke Inspektorat Kabupaten Bima, sementara dua desa lainnya tengah dimintai untuk diaudit oleh BPK NTB.

Hasil pengecekan polisi ke sejumlah desa ini, diakui sementara memiliki kecurigaan besar terjadi penyimpangan. “Dugaan pekerjaan ini tidak sesuai RAB dan sesuai gambar,” paparnya.

Di samping itu katanya, ada juga dugaan terjadi mark up pada pembangunan pagar desa, jambanisasi dan rehab rumah tidak layak huni, dan sejumlah pekerjaan fiktif lainnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Polisi pun mengaku sudah memeriksa sejumlah perangkat desa yang dimaksud, mulai dari oknum kepala desa, sekretaris hingga puluhan warga sekitar yang mengetahui seluk beluk keberadaan proyek yang dikerjakan melalui anggaran miliaran tersebut.

“Saat kita turun cek lapangan itu, kita juga menggandeng bersama ahli. Seperti halnya Dinas PUPR Kota Bima, Dinas Perkim Kota Bima,” ucapnya.

Tujuan pihaknya menggandeng tim ahli atau dinas dari Kota Bima, agar menjaga netralitas yang dimana tidak berkaitan akur pekerjaannya. “Beda lagi kalau kita membawa dinas dari Kabupaten Bima. Kuatirnya  tidak netral nanti,” tegasnya.

Kini polisi mengaku akan terus menunggu hasil dari inspektorat serta respon dari BPK NTB. “Setelah itu baru kita telusuri jumlah kerugian dan lainnya,” pungkasnya. (IKR)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Dompu, Bimakini.- Kasus dugaan Korupsi Alokasi Dana  Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang melibatkan Kepala Desa Rababaka, Tri Sutrisno akan segera dilimpahkan ke...

Hukum & Kriminal

Dompu, Bimakini. – Inspektorat Kabupaten Dompu saat ini sedang intens melakukan pemeriksaan khusus atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa Hu’u tahun anggaran...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Kantor Pemerintahan Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, dipalang oleh sejumlah warga, Senin (9/12). Aksi ini bentuk ungkap kekecewaan warga terhadap penggunaan...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Penyelidikan kasus dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa, di Desa Waduruka Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima terus bergulir. Terakhir, unit Tipidkor Polres Bima Kota...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Kasus dugaan penyalahgunaan Anggaran Dana Desa di Desa Waduruka Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima, akhirnya mulai dilakukan penyidikan oleh unit Tipidkor Polres Bima...