Peristiwa

Hari Ketiga, Tim Gugus Tugas Covid-19 Semprot 100 Titik

Aris Munandar, ST, MT

Bima, Bimakini.- Sudah tiga hari Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemda Bima, bekerja menyemprot sudah 100 titik yang dilakukan secara random. Hal ini dikerjakan secara massif untuk mencegah peredaran virus Covid – 19 atau biasa dikenal sebutan Corona di Kabupaten Bima.

“Sampai hari ketiga ini, kami sudah menyemprot pada 100 titik di wilayah Kabupaten Bima dilalukan mulau tingkat Kabupaten hingga tingkat desa,” jelas Kalak BNPB Kabupaten Bima, Aris Munandar, ST, MT, di Bolo, Kamis (26/3).

Tim dipimpin langsung Kalak itu, bekerja mulai dari desa Talabiu diawali dengan apel persiapan. Dilanjutkan di Dusun Godo, Desa Dadibou Kecamatan Woha dan Desa Rato, Kecamatan Bolo, di masjid desa Rato yang dipantau oleh Bupati Bima.

“Penyemprotan ini tujuannya utamanya membangun kesadaran bersama, langkah ini adalah sebuah cara lewat proses sosialisasi dan difektanisasi,” katanya.

Tim Gugus Tugas Pemda Bima ini diarahakan oleh Bupati Bima, dalam tiga hari kerja menyisir 18 Kecamatan  di Kabupaten Bima. “Semua unsur terlibat mulai BPBD, Dinkes, Dinas Sosial, Tagana, BUMN, juga masyarakat yang peduli masalah kebencanaan dan juga masalah lingkungan,” ujarnya.

Dia meminta semua elemen masyarakat bergerak bersama. Bupati Bima sudah mengeluarkan SK terkait dengan siaga darurat bencana non alam Covid 19 atau biasa dikenal dengan Corona di Kabupaten Bima.

“SK itu ditindaklanjuti dengan pembentukan posko komando siaga darurat dan pembentukan gugus tugas, pembentukan gugus tugas langsung bekerja, ada beberapa langkah konkrit yang dikakukan Pemda Bima,” katanya.

Melalui Tim, Pemda sudah sosialisasi diseluruh wilayah Kabupaten Bima. selama tiga hari setidaknya sudah 100 titik disasar.

“Kita melakukan pengawasan di akses masuk dan keluar bekerja sama dengan unit unit vertikal KKP dan bandar Udara dan pelayaran rakyat,” katanya.

Dia juga mengimbau, Unit OPD bisa membuat cuci basuh tangan atau Portebel. Langkah ini juga membangun kesadaran moral masyarakat kepedulian bahwa tidak harus panik menghadapi ini.  “Kita putus mata rantainya dengan kebersamaan,” ingatnya. (MAN)

Share
  • 41
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top