Pemerintahan

Berhentikan Karyawan, Disnaker Kota Bima Panggil Manajemen Barata dan PKU Muhamadiyah

Abdillah, SSos

Kota Bima, Bimakini.- Diduga memberhentikan karyawan, manajemen Barata dan PKU Muhamadiyah akan dipanggil Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bima. Pemanggilan itu setelah mendapatkan informasi dan laporan.

Apalagi, sebelumnya sudah dikeluarkan Surat Edaran Kementerian Tenaga Kerja RI tentang larangan pemecatan sepihak tenaga kerja di tengah wabah virus Korona atau Covid-19 saat ini.

“Kami akan layangkan surat dan sekaligus turun ke tempat usaha dan memanggil manajemennya guna lakukan klarifikasi dan mediasi,” terang Plt Kepala Disnaker Kota Bima, Abdilah SSos, Selasa (7/4).

Apalagi, kata dia, ada kesalahan dilakukan manejemen usaha dimaksud. Yaitu tidak melaporkannya ke Disnaker. “Aturannya bersurat dulu ke kami, tidak boleh langsung asal pecat memecat,” tegas Abdilah diruang kerjanya.

Hal ini penting, kata dia, untuk memastikan hak karyawan. Apa alasan pemberhentian dan hak karyawan, makanya agar tidak muncul masalah.

Apalagi, kata dia, pemecatan sepihak  di tengah merebaknya Covid-19. Jika alasan karena sepi pembeli disaat Covid-19, maka ada kajian mendalam dan bisa saja saja kebijakannya dirumahkan dulu.

Setelah pendemik Covid-19 selesai dan aktivitas ekonomi membaik, karyawan dirumahkan tadi bisa kembali bekerja. Jika pemecatan, artinya hak karyawan dipecat saat Covid-19 hilang. “Inikan sementara, kalau sudah selesai Covid-19 bisa dipanggil lagi untuk bekerja, jangan pakai kata dipecat,” ujarnya. (DED)

Share
  • 50
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top