Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Abuya Bantu Kelompok Rentan di Tengah Pandemi Covid19

Penyerahan bantuan kepada ibu melahirkan di rumah sakit.

Bima, Bimakini.- Untuk mengurangi beban kelompok rentan, Anggota Komisi VIII DPR RI, Drs H Zainul Arifin memberikan bantuan spesifik kepada kelompok perempuan dan anak. Seperti pemberian popok bayi dan pembalut wanita.
Selain itu, melakukan revolusi putih, yaitu pemberian susu kepada anak-anak di wilayah Kota dan Kabupaten Bima. Pandemi Covid-19 menimbulkan bencana nasional, yang tidak hanya berdampak kepada kesehatan nasional, namun juga ekonomi.
Pemberian bantuan oleh Abuya, sapaan anggota Komisi VIII DPR RI, Drs. H. Zainul Arifin, untuk mengurangi tingkat stres yang tinggi dan beban perempuan akibat sulitnya ekonomi tersebut.

Meningkatnya beban perempuan dalam mengurus rumah tangga, maupun perasaan tidak nyaman lainnya akibat pandemi ini. Serta kebijakan untuk tetap berada di rumah, diduga dapat meningkatkan kekerasan berbasis gender.
Risiko keterpisahan anak dari pengasuh atau tidak tersedianya pengasuh dikarenakan tertular atau meninggal dunia karena covid-19 menjadikan wanita dan anak-anak masuk dalam kelompok rentan.

Meski demikian, Drs. H. Zainul Arifin menilai bantuan spesifik bagi perempuan dan anak dirasa masih terlupakan. Selama ini, bantuan yang dialirkan baik dari pemerintah pusat, daerah maupun para anggota DPR RI adalah berupa sembako.
Hal tersebut menjadi alasan bagi Abuya bergerak secara mandiri dalam melakukan kegiatan pemenuhan kebutuhan spesifik kelompok rentan perempuan dan anak. Pada pekan pertama Juni 2020, bersama dengan tim Dapil, melakukan pemberian bantuan spesifik kepada pasien terdampak covid-19 di RSUD Bima sebagai RS rujukan Covid-19. Khususnya ibu melahirkan dan bayi baru lahir berupa popok bayi dan pembalut wanita.

Pemberian bantuan disusul dengan melakukan “revolusi putih” yaitu pembagian susu kepada anak-anak di beberapa desa dan persimpangan jalan raya di Kabupaten dan Kota Bima.

Abuya mengingatkan agar pemerintah tidak melewatkan hak-hak kelompok rentan yaitu perempuan dan anak apalagi dalam situasi pandemi seperti ini. “Pemenuhan kebutuhan spesifik kelompok rentan perempuan dan anak ini sifatnya sangat esensial dan genting sama seperti pemenuhan kebutuhan pangan melalui sembako, “ ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan karbohidrat dari nasi mungkin dapat digantikan oleh makanan pokok lain seperti kentang, ubi atau singkong. Namun kebutuhan spesifik untuk perempuan dan anak seperti pembalut dan pempers akan terus berlanjut. Hal ini juga berkaitan dengan kebersihan dari pribadi perorangan itu sendiri. Bantuan berupa susu anak maupun susu untuk ibu hamil pun sangat esensial untuk menunjang gizi dan imunitas tubuh menghadapi pandemi covid-19.

Abuya mengatakan, saat ini anggaran KemenPPPA dari tahun 2019 ke 2020 sudah berkurang sebanyak 51%. Ditambah berdasarkan rapat terakhir DPR RI dengan KemenPPPA, dinyatakan bahwa anggaran KemenPPPA dipotong 10% sebagai akibat dari dampak Covid-19. Hal ini juga tentu akan mempersulit kineja KemenPPPA dalam melawan Covid-19 bagi kelompok rentan perempuan dan anak yang ada di seluruh Indonesia.

Untuk itu dia terus berupaya melakukan kegiatan pemenuhan kebutuhan spesifik secara mandiri, sebagai langkah konkrit untuk membantu kebutuhan masyarakat dari segala sektor. (ARN)

Share
  • 41
    Shares
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.-Kian mengganasnya angka penyebaran penderita Covid_19 belakangan ini, mendapat atensi khusus Wakapolda NTB Brigadir Jenderal Polisi Drs Asby Mahyuza. Dalam agenda Safari...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Drs. H. Zainul Arifin membantu korban banjir bandang di wilayah Kabupaten Bima, Jum’at...

Peristiwa

Mataram, Bimakini.- Pandemi Covid19 setahun terakhir memang berdampak pada sektor ekonomi masyarakat secara nasional, dan khususnya di Provinsi NTB. Apalagi NTB merupakan daerah yang...

CATATAN KHAS KMA

  KALI ini saya tidak menulis. Catatan Khas KMA kali ini, ingin membagi cerita, membangi cinta, cinta dunia juga cinta akhirat. Cinta sepasang kekasih...