Ekonomi

BNI Bima Akan Salurkan KUR untuk Petani Bawang Juli Mendatang

Irfan Mansyur (Kanan)

Kota Bima, Bimakini.- BNI Bima akan mulai menyalurkan program KUR untuk petani bawang Juli mendatang. Melalui program KUR diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang Bima kedepannya.

Kepala Bank BNI Cabang Bima melalui Penyelia Kredit Mikro BNI Cabang Bima, Irfan Mansyur menjelaskan, rencana penyaluran KUR bawang konsepnya sama dengan KUR jagung dan KUR sapi, sifatnya KUR mikro musiman atau pembayarannya pada saat panen.

Data jumlah petani bawang yang masuk, baru dari satu distributor pupuk. Hanya saja jumlahnya belum diverifikasi dari data pinjaman bank lain. “Kemarin pun dari CV Rahmawati sudah berkoordinasi dengan 70 agen pupuk yang juga memiliki masing-masing petani binaan, itu data-data telah kita himpun,” ujarnya.

Sementara untuk persiapan anggaran, kata dia, kredit diberikan maksimum berdasarkan jumlah luas lahan yang dimiliki petani. Misalnya petani memiliki lahan sekitar 1 hektar, maka maksimum yang diberikan sebanyak Rp 30 sampai Rp 40 juta. “Semakin kecil luas lahannya, maka makin kecil juga kredit yang akan diberikan,” papar Irfan.

Tambah Irfan, untuk target dari penyaluran KUR bawang, BNI tidak hanya membiayai ritel. Tetapi juga bisa masuk ke ranah mikro. “Malah untuk beberapa tahun terakhir ini, BNI menyalurkan KUR tertinggi se-Indonesia, mengalahkan bank lain,” ujarnya.
“Jadi konsep itu yang mau kita masuk, tidak hanya yang ritel, yang mikro pun bisa disalurkan,” tambahnya.

Peluncuran KUR ini melihat bawang Bima terbesar kedua setelah brebes. Keberadaannya pun tidak begitu berpengaruh dengan masalah Pandemi Covid-19 saat ini yang juga melanda daerah.

Karena KUR ini sifatnya pembayaran pada saat panen, sementara Corona hanya memiliki efek bulanan. “Harga bawang tidak terlalu bermasalah, untuk pengepul bawang pun dari harga terendah mereka bisa untung,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, KUR Mikro tidak memiliki jaminan. Hanya saja nanti BNI bekerjasama dengan collection agen. Mereka yang bertugas untuk menghimpun petani, mengabarkan kapan dilakukan pembayaran, kemudian menagih angsuran. “Colection agen kami fungsikan nasabah yang telah menjadi debitur BNI,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Pemimpin BNI Cabang Bima H Muhammad Amir menambahkan, di Bima juga didominasi petani bawang. Bahkan secara nasional bawang Bima berada di posisi nomor dua setelah Brebes. “Jadi potensi itu yang kami garap,” terang Amir.

Lanjutnya, sesuai pidato Menteri Pertanian yang baru – baru ini datang ke Bima, bahwa pemerintah sudah tidak lagi mengimpor bawang. Ini pun menjadi kesempatan yang bisa dimanfaatkan. Karena dengan sendirinya harga bawang akan naik, sebab tidak ada tekanan pasar dari luar. (DED)

Share
  • 16
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top