Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Gempa 5,4 SR Kemarin Sisa Muntahan Gempa Tahun Lalu?

Bima, Bimakini.- Gempa bumi yang mengguncang di Selatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) bermagnitudo 5,4 yang kemudian dimutakhirkan menjadi Magnitudo 5,1 Sabtu (13/6) kemarin, merupakan aktivitas gempa yang setahun lalu berulang kembali di tahun 2020 ini. Jalur sesar pembangkitnya belum terpetakan.

Demikian dikatakan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Nusa Tenggara Barat (IAGI NTB), Kusnadi. Jika dilihat beber Kusnadi, titik episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,04 Lintang Selatan (LS) dan 117,90 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 70 kilometer arah tenggara Kota Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, NTB pada kedalaman 11 kilometer.

“Ini juga didasarkan oleh analisis mekanisme fokal yang dilakukan baik oleh BMKG atau GFZ,” katanya kepada wartawan  Ahad (14/6).

Lebih jauh dijelaskan Kusnadi, mekanisme gempa tersebut sama dengan gempa-gempa yang terjadi pada sesar busur belakang Flores atau zona megathrust.

“Akan tetapi gempa bumi ini terjadi jauh dari kedua zona sesar utama di NTB tersebut dan kedalaman hiposentrum gempa bumi hanya 10 kilometer,” tukasnya.

Kemungkinan besar akunya, gempa tersebut tidak diakibatkan oleh kedua sesar utama. Karena menurutnya, gempa-gempa dengan magnitudo angka lima juga sudah sering terjadi di sekitar lokasi ini. Contohnya gempa bumi tanggal 13 Juli 2019 dengan magnitudo 5,3 juga terjadi di sekitar lokasi gempa bumi kemarin.

“Kemungkinan besar gempa tersebut tidak diakibatkan oleh kedua sesar utama,” terangnya. Aktivitas gempa bumi urainya, yang terjadi berkali-kali pada lokasi yang berdekatan itu bisa menjadi indikasi akan aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

Kedalaman gempa bumi yang rata-rata dangkal, yaitu kurang dari 50 kilometer, maka kata Kusnadi, kemungkinan besar ada mekanisme sesar tersendiri di daerah tersebut yang belum terpetakan.

“Hal ini menjadi tantangan sekaligus PR tersendiri bagi para ilmuan untuk memetakan aktivitas sesar aktif yang sudah dipetakan atau belum dipetakan di wilayah Indonesia khususnya NTB,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan aktivitas gempa yang berulang kembali pada tahun 2020 ini, catatan BMKG menyatakan hingga pukul 09.00 Wita, terjadi gempa susulan sebanyak 77 kali.

Pusat gempa berkekuatan M 5,1 pada 13 Juni 2020 dirasakan di Sumbawa dalam skala intensitas IV MMI. Guncangan juga dirasakan hingga Bima, Mataram, Karangasem, dan Labuan Bajo.

Setahun lalu, pusat gempa Sumbawa M 5,3 pada 13 Juli 2019. Gempa juga dirasakan di Sumbawa dalam skala intensitas V MMI hingga merusak beberapa rumah dan pura. Guncangan juga dirasakan hingga Bima, Mataram, Karangasem, dan Kuta, Bali. (IKR)

Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

Oleh :  Anas Baihaqi, S.P. Sebagaimana dimaklumi bahwa Indonesia adalah negara yang terletak di kawasan garis lintang 0o atau yang biasa dikenal dengan garis...

Opini

Oleh : Afriyas Ulfah,SST (Forecaster and Observer Iklim BMKG NTB) Pada akhir bulan Maret 2021 Stasiun Klimatologi Lombok Barat NTB telah melakukan diseminasi informasi...

Opini

Oleh : Afriyas Ulfah,SST ( Observer dan Forcaster Iklim BMKG NTB) Masih sangat hangat perbincangan tentang Siklon Tropis “Seroja” yang menghantam wilayah Nusa Tenggara...

Opini

Oleh : Anas Baihaqi, S.P. (Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat) Jika diterjemahkan secara bebas, yang dimaksud dengan “new normal” atau kenormalan yang baru,...