Ekonomi

Harga Bawang Anjlok, Petani di  Bima Mengeluh

Syafruddin, pembeli bawang yang mengeluhkan anjloknya harga.

Bima, Bimakini.- Harga bawang merah di Kabupaten Bima beberapa hari terakhir ajlok. Padahal, sebelumnya, harga komoditi andalan masyarakat Kabupaten Bima itu sempat tembus Rp 3,5 juta – Rp, 3,8 juta per kuintal. Hal itu membuat sejumlah petani di Kabupaten Bima mengeluh.

Seperti  diungkapkan petani asal Desa Keli, Kacamatan Woha, Sanusi. Saat ini harga jual bawang merah hanya Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta untuk ukuran besar.

Bahkan, kata Sanusi, untuk ukuran lebih kecil, bisa lebih murah lagi. “Tentu kami prihatin dengan turunnya harga ini. Mengingat biaya produksi cukup tinggi,” katanya pada Bimakini.com, ditemui di Desa Keli, Jumat (4/6).

Dikatakan Sanusi, untuk biaya produksi, petani harus menghabiskan biaya hingga puluhan juta. Besarnya biasa produksi disebabkan harga pestisida yang dibutuhkan cukup mahal. “Kami berharap, harga kembali normal seperti sebelumnya,” harapnya.

Hal senada dikeluhkan petani lainnya,  M Sidik. Katanya, untuk satu jenis pestisida bisa mencapai Rp 300 ribu per botol. Itupun  untuk satu kali pemberian.

Kata dia, selama ini, kebiasaan petani dalam memeroduksi bawang merah menggunaan 3-5 jenis pestisida. Hal itu, bergantung kondisi dan umur tanaman. “Sekali semprot bisa sampai jutaan biayanya,” katanya.

Umumnya, kata dia, petani menyemprot tanaman bawang per dua hari sekali selama masa tanam. Sementara masa tanam  hingga dua bulan. “Bisa dibayangkan berapa biaya yang harus kami keluarkan,”ujarnya.

Biaya tersebut, lanjut Sidik belum dihitung dengan pengeluaran lainnya. Seperti, sewa tanah, ongkos buruh dan biaya tidak terduga lainnya.

Sidik berharap, adanya perhatian pemerintah, sehingga petani bawang tidak  kuatir dan mengalami kerugian.

Lalu,  mengapa harga bawang merosot? Salah seorang pembeli bawang merah, Syafrudin, ditemui  mengatakan, anjloknya harga bawang beberapa hari ini disebabkan faktor cuaca.  Ombak besar yang terjadi di perairan Indonesia menyebabkan pengiriman bawang terhambat.

Biasanya, kata Syafrudin, bawang Bima dikirim ke Banjarmasin, Ujung Pandang dan beberapa daerah lainnya menggunakan jalur laut. “Akibat faktor cuaca tersebut, banyak pedagang yang mengirim barang lewat jalur darat,” katanya.

Selain faktor cuaca, jelas Syafrudin, karena di Bima sudah mulai masuk panen raya. “Jelas hal ini berpengaruh terhadap harga bawang,” katanya.

Kata Syafrudin, selain pengiriman ke Banjarmasin dan Ujung Pandang. Bawang Bima juga banyak permintaan oleh pembeli dari Lombok, Bali hingga Jawa. (ADI)

Share
  • 3.9K
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top