Opini

Kejutan Politik H Arifin di Pilkada Kabupaten Bima

Oleh: Dr Buhari Fakkah

Banyak pihak mungkin terkejut dengan dinamika  politik Pilkada Kabupaten Bima di 2020 ini. Munculnya sosok H Arifin, menyeruak diantara figur yang lebih dulu muncul.

Dalam politik, munculnya kejutan adalah biasa. Apalagi, sosok H Arifin mendaftar di DPD 1 Partai Demokrat Provinsi  NTB, tidak  melalui DPD II Kabupaten Bima. Langkah politiknya sejak awal sudah berbeda dengan yang lain.

Tiba-tiba DPP Partai Demokrat mengeluarkan surat tugas untuk H Arifin dalam pilkada Kabupaten Bima. Bahkan ini  di luar pengetahuan Struktur DPD 1 Partai Demokrat Provinsi NTB juga DPD II Partai Demokrat Kabupaten Bima.

Fenomenal bagi jagat publik, jitu  dan lihai bagi para politisi, strategis serta  terukur bagi orang pergerakan. Masalahnya, H Arifin bukan “Politisi”, bukan “Orang Pergerakan”,  bukan juga Orang fenomenal dalam rekam jejak  dan DNA-nya. Ia hanya PNS yang berkarir cemerlang.

Maka dengan mudah disimpulkan, bahwa ada orang lain yang kredibel yang menggaransi langsung ke AHY. Masalahnya, proses itu mustahil terbentuk tiba-tiba. Berarti ada lapisan lain yang mementori H. Arifin secara langsung.

Dari langkah pertama, secara politik kedudukan H Arifin, IDP, Dahlan, Ady Mahyudi, “Persis Setara”! Kenapa? IDP identik dengan Golkar, Dahlan identik dengan Gerindra, Herman Edison identik dengan PKS, Ady Mahyudi identik dengan PAN, maka, H Arifin identik dengan Demokrat. Rumus ini “tidak bisa lagi diacak-acak” sehebat apapun rumus baru yang dimunculkan.

Apa yang bisa terjadi diantara mereka? Satu sama lain memilih berkolaborasi karena kesamaan ide, perasaan, cita-cita serta tujuan. Atau sebaliknya, satu sama lain saling konfrontasi.

Selesaikah disitu? Tidak, waktu cukup panjang yang harus ditempuh untuk tiba pada final pendaftaran di KPU Kabupaten Bima.

Lantas siapa yang diuntungkan dibabak awal permainan ini?  Jika dilihat dari ritme dan kecerdasan gerak maka babak awal H Arifin lebih diuntungkan.

Ia batal sekalipun jadi calon, telah mengantongi TRAS DPP Partai Demokrat sehingga ia akan menentukan kemana arah Partai Demokrat diujung final penentuan koalisi parpol.

Apalah H Arifin akan diberikan hak istimewa yang sama oleh partai lain sebagaiman ia di Demokrat? Padahal tak satupun partai politik tingkat Kabupaten Bima dimana H Arifin mendaftar.

Inilah “ujian” yang tidak ringan bagi H Arifin. Bila ia berhasil maka ia adalah sosok yang “elegan” melayari isu-isu politik.

Lalu  bagaimana loncatan aksi figur lain?  Hambatan mereka disoal geo wilayah yang jarak tempuhnya ratusan ribu kilo (Bima-Jakarta) dan dihambat dengan situasi Covid 19.

Sementara lalu lintas H Arifin di Jakarta tidak membutuhkan persyaratan administrasi maupun protokol covid yang ketat untuk melakukan diplomasi politik di luar Golkar, Gerindra, PKS, PAN.

Partai politik di luar itu, para figur memiliki peluang yang sama tetapi, H Arifin unggul bebas prosedur Covid di Jakarta dan unggul di pasar opini dan isu pada tingkat kabupaten.

Masalahnya, keabsahan surat tugas maupun rekomendasi tidak bisa “scen tangan tangan”, tidak bisa juga tranfer money buat partai, tidak bisa juga mengandalkan statmen politik pengambil keputusan di DPP via teleconfren.

Karena dokumen dukungan partai harus kop asli, tangan tangan asli, stempel asli, untuk menjamin keaslian dokumen administrasi pendaftaran di KPU Kabupaten Bima.

Covid 19 juga suka bangat iseng padahal ini lagi musim Pilkada. (*)

Penulis adalah  Dosen YPUP Makassar dan    Penceramah NDP HMI seluruh Indonesia.

Share
  • 123
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top