Pendidikan

KUPTD Dikpora Langgudu: Dana PIP tidak Boleh Dialihkan

Drs Hamdiah

Bima, Bimakini.-  Penggunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP), harus diterapkan sesuai standarisasi. Salah satunya dengan pembuatan buku rekening.

KUPTD Langgudu, Drs Hamdiah menjelaskan, pencairan PIP, diambil langsung oleh murid dan didampingi orang tua. “Tidak dibenarkan adanya pengalihan dana PIP dalam bentuk apapun, sesuai aturan hanya boleh diambil oleh siswa yang punya, nama dalam bentuk uang tunai” katanya, Rabu (17/6).

Hamdiah menambahkan, dana PIP diperioritaskan untuk siswa miskin. “Maka, haram hukumnya dialihkan untuk pembelanjaan lain, termasuk seragam sekolah yang sudah dilakukan,” tegasnya.

“Komite seharusnya memberikan pertimbangan serta masukan kepada sekolah yang sudah lakukan pelanggaran, serta Kepsek dan guru tidak boleh ambil keputusan diluar dari aturan yang ada. Harapannya, kesalahan ini dapat diperbaiki dikemudian hari,” tambahnya.

Sementara itu, kepala SDN Waworada, Siti Hafsah, MPd mengatakan, dana PIP tahun 2017 dan 2018 sudah dicairkan oleh guru yang ditugaskan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). “Dana PIP sudah tercair habis saldonya. Untuk buku rekening, langsung disimpan di Bank supaya aman dan langsung dicairkan ditahapan berikutnya,” katanya.

Untuk pencairan dan guru yang bertugas, kata Hafsah, ditetapkan dalam rapat internal sekolah bersama kepala PGRI. Sementara untuk efisiensi waktu, wali murid tidak diundang dalam rapat tersebut. “Uang yang cair sebesar Rp,450 ribu perorang. Karena semua siswa/i tidak keluar, akhirnya diterapkan sistem pemerataan dengan cara barangkan uang tersebut,” bebernya.

Dikatakannya, dana PIP merupakan program yang terapkan sistem pemerataan, hingga sebagian yang dapat harus dibagi secara merata. “Hasil rapat pihak sekolah bersama Komite, sepakati beli seragam olahraga, baju muslim untuk Imtak, baju batik untuk pakai rabu-kamis, dan pengadaan raport K-13. Sementara untuk tahun 2019, dana belum cair,” terangnya.

Ketua Komite Langgudu, Syamsudin Hasan, SPd benarkan pernyataan Kesek tersebut. Oleh karena keputusan tersebut di luar dari aturan, maka kami sampaikan permohon maaf kepada masyarakat khususnya pada orang tua wali murid. “Dengan kesalahan putusan yang kami tetapkan, kami atas nama lembaga mengucapkan permohonan maaf dan akan diperbaiki kembali dikemudian hari,” tuturnya. (ILY)

Share
  • 10
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.

Bimakini.com adalah portal berita Bima Dompu Terkini. Bagian dari Bimeks Group.

Alamat: Jl. Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi Kota Bima, NTB Tlp: 0374-646840, 08233-9031009, 0853-33143335, 0852-53523401. E-mail: info[at]bimakini[dot]com

APLIKASI ANDROID

Fanpage

Copyright © 2016 Bimakini.com. Portal Berita Bima Terkini.

To Top